Dunia Mengantar Paus Benediktus XVI Ke Peristirahatan
Dunia mengantar Paus Benediktus XVI ke peristirahatan terakhirnya. Perayaan Ekaristi Arwah (Requiem) di Lapangan Santo Petrus Vatikan dipimpin langsung oleh Paus Fransiskus. Dihadiri ribuan orang di Vatikan, di Jakarta, Indonesia, Misa Requiem juga berlangsung di Katedral Jakarta.
Jakarta – Peti dari kayu pohon pinus selalu menjadi tempat pembaringan terakhir seorang Paus. Terakhir, peti yang sama menjadi tempat terbaringnya Santo Yohanes Paulus II. Hanya ada perbedaan materai atau lambang kepausan di atas peti itu. Dan sebuah buku Injil atau Evangeliorum terbuka di atasnya.
Peti Paus Benediktus XVI hari ini di letakkan di depan altar di Lapangan Santo Petrus dikelilingi Paus Fransiskus, kolegium Kardinal, para Uskup, Imam dan Biarawan-biarawati, juga para tamu negara, di antaranya Kanselir Jerman dan Ibu Suri Spanyol, serta perwakilan negara dalam hubungan diplomatik dengan Vatikan sebagai negara kecil berdaulat.
Kubah Basilika Santo Petrus juga terlihat samar, ujung musim dingin di Italia tidak menyurutkan antusias peziarah menghadiri acara penghormatan terakhir bagi pensiunan Paus.
Misa berlangsung selama dua jam, berakhir dengan pasukan Swiss Guard rapih dengan Tuxedo mengusung peti jenazah masuk ke Basilika untuk kemudian dimakamkan di Katakombe.
“Santo Subito”, tulis spanduk peziarah. Artinya, Santo segera. Ketika peti menghilang dari pandangan, tepuk tangan meriah diiringi teriakan “Danke Papst Benedikt,” yang artinya terima kasih Paus Benediktus, diduga dari peziarah asal Jerman, tempat lahir sang Paus.
Selalu mengandalkan Tuhan Yesus hingga wafat. “Ya Bapa, ke dalam tanganMu kuserahkan rohKu” adalah program hidup Paus emeritus Benediktus XVI. Paus Fransiskus dalam khotbahnya menyebut bahwa kerendahan hati seorang Benediktus menjadikannya akan dikenang.
Kardinal Suharyo: Ia Menghadap Bapa
Di Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo, Uskup Agung Jakarta di hadapan Duta Besar Vatikan untuk Indonesia, Piero Pioppo dan seluruh yang mengikuti misa mengenang Benediktus sebagai pribadi yang mengandalkan Tuhan.
“Almarhum Paus Emeritus Benediktus XVI, telah mempersiapkan kepulangannya sendiri. Bacaan Injil dari Lukas 23:1-49 itu dipilih sendiri oleh Paus emeritus. Itu berarti dia sudah menyiapkan sejak lama kematiannya. Injil itu bercerita tentang peristiwa penyaliban Yesus di antara dua penyamun.
“Ya Bapa, ke dalam tanganMu keserahkan rohKu, adalah program hidup Paus Emeritus. Selalu mengandalkan Tuhan Yesus hingga wafat. Itulah teladan Benediktus untuk dunia hari ini,” ujar Suharyo
“Paus Benediktus sosok yang ingin agar dunia tidak menjadi sekular, tetap beriman, tetapi bagaimana itu semua dapat mewujud melalui kasih,” ujar Mgr. Antonius Subianto, Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dalam sambutan di ujung misa.
Menurut Antonius, sosok Benediktus adalah teladan beriman di dunia dengan ancaman sekularisme.
Duta Besar Vatikan: Terima Kasih Umat Islam Indonesia
Di penghujung misa, Nuncius Apostolik atau Duta Besar Tahta Suci Vatikan untuk Indonesia, Mgr. Piero Pioppo mengucapkan terima kasih kepada Republik Indonesia dan masyarakat muslim Indonesia.
“Terima kasih atas cinta dan keterbukaan umat Islam Indonesia kepada Gereja Katolik. Paus Benediktus menginginkan dialog antar iman tetap terpelihara. Maaf jika ada kekurangan Gereja dalam memaksimalkan dialog,” kata Pioppo.
Pioppo juga mengucapkan terima kasih yang tulus kepada umat Katolik Indonesia atas doa-doa selama pekan berkabung atas wafatnya Paus emeritus. Juga Pioppo menghaturkan terima kasih kepada Duta Besar Negara sahabat seperti Maroko, Negara-negara Arab dan Spanyol yang turut hadir dalam misa di Katedral Jakarta.
Editor: Michael Ckow









