TINJAU, Jakarta – Alumni asal Indonesia, Mila Atmosudirdjo Tuttle memberikan donasi kepada Columbia University sebesar US$ 5 juta yang ditujukan untuk meningkatkan layanan bimbingan belajar bagi mahasiswa sarjana.
Donasi tersebut ditujukan untuk mahasiswa Columbia College dan Fakultas Teknik (Engineering). Dana juga akan digunakan untuk menyediakan ruang khusus bimbingan belajar di lantai tiga Uris Hall, yang berada di kawasan Kampus Morningside.
Mila yang baru ditunjuk sebagai salah satu ketua Dewan Pengawas (Board of Visitors) Columbia College mengatakan, dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmennya terhadap kehidupan akademik mahasiswa.
Dekan sekaligus Wakil Presiden Columbia University untuk Pendidikan Sarjana, Josef Sorett, menyambut baik kontribusi tersebut.
“Sebagai Dekan dan Wakil Presiden bidang Pendidikan Sarjana, saya senantiasa mencari cara untuk lebih mendukung kegiatan akademik dan kokurikuler mahasiswa selama mereka menjadikan Columbia sebagai rumah mereka,” ujar Sorett.
Menurut Sorett, upaya menciptakan lingkungan yang memungkinkan setiap mahasiswa berkembang dan meraih prestasi menjadi semakin penting seiring bertambahnya jumlah mahasiswa Columbia.
Universitas sebelumnya telah mengumumkan sejumlah investasi untuk meningkatkan pengalaman mahasiswa sarjana. Sebagian program telah berjalan, sementara sejumlah program lainnya akan dilaksanakan dalam beberapa tahun mendatang.
“Komunitas alumni akan memegang peranan kunci, mengingat mereka terus memberikan kontribusi bermakna bagi kehidupan mahasiswa kami melalui berbagai cara,” katanya.
Menurut Sorett, donasi tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil kajian Komite Kehidupan Mahasiswa (Student Life Committee) dari Dewan Pengawas Columbia College.
Komite menemukan pentingnya layanan bimbingan belajar berkualitas tinggi yang diberikan secara personal atau satu lawan satu.
Layanan tersebut dinilai dapat membantu mahasiswa memperdalam pemahaman materi, meningkatkan keterampilan akademik, sekaligus membangun kepercayaan diri.
Kajian tersebut juga menyoroti pentingnya membuat layanan dukungan akademik lebih terlihat dan mudah diakses mahasiswa.
Kehadiran pusat bimbingan belajar yang terbuka dan mudah dijangkau diharapkan dapat menjadikan pencarian bantuan akademik sebagai bagian dari pengalaman belajar mahasiswa di Columbia.
“Mila adalah seorang alumnus yang penuh perhatian dan berdedikasi tinggi, serta menjabat sebagai ketua bersama Dewan Pengawas kami,” kata Sorett.
Sorett mengemukan, Mila sebelumnya melihat adanya kebutuhan untuk meningkatkan layanan akademik bagi mahasiswa. Ia kemudian mendalami persoalan tersebut dan memimpin komite yang meninjau layanan bimbingan belajar yang telah tersedia.
“Ia mengidentifikasi aspek-aspek yang perlu ditingkatkan dan kemudian memelopori langkah perbaikan melalui sumbangan ini. Saya sangat berterima kasih kepadanya,” ujar Sorett.
Tiga Mata Kuliah Jadi Prioritas
Dampak donasi Mila mulai dirasakan mahasiswa pada musim gugur tahun ini. Columbia akan menyediakan layanan bimbingan belajar personal untuk tiga mata kuliah matematika dan sains yang memiliki tingkat penggunaan layanan tertinggi.
Universitas juga akan menambah jumlah tutor serta menyediakan perangkat teknologi baru untuk mendukung kegiatan bimbingan belajar.
Berdasarkan masukan mahasiswa, cakupan layanan bimbingan belajar personal tersebut dapat diperluas pada masa mendatang.
Mila mengatakan pusat bimbingan belajar tersebut dibangun untuk menjawab kebutuhan akademik mahasiswa.
“Menurut saya, tidak ada tujuan yang lebih baik untuk sumbangan ini. Komite Kehidupan Mahasiswa dari Dewan Pengawas Columbia College mengidentifikasi adanya kebutuhan mendesak akan dukungan akademik, dan pusat layanan ini hadir sebagai solusinya,” ujar Mila.
“Ini adalah investasi bagi pencapaian mahasiswa, keunggulan akademik, dan kehidupan mahasiswa di Columbia,” sambungnya.
Komitmen Tuttle mencakup dana operasional (current-use funds) untuk mendukung kebutuhan program saat ini serta dana abadi (endowed funds) untuk keberlanjutan layanan dalam jangka panjang.
Sebagian dana juga akan digunakan untuk merenovasi ruang khusus bimbingan belajar di Uris Hall.
Columbia berharap investasi tersebut dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih efektif dan mudah diakses mahasiswa, sekaligus membangun fondasi layanan akademik yang dapat terus dimanfaatkan oleh mahasiswa dari generasi ke generasi.
Profil Singkat Mila
Mila Atmosudirdjo Tuttle merupakan alumnus Columbia College yang lulus pada 1996. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Columbia School of International and Public Affairs (SIPA) dan meraih gelar pada 2005.
Setelah berkarier di industri keuangan, Mila kemudian beralih ke bidang media dan keterlibatan masyarakat. Ia menjadi pembawa acara sekaligus executive producer podcast Future Hindsight, yang berfokus pada isu keterlibatan masyarakat dalam kehidupan sipil.
Kiprahnya di bidang tersebut juga mendapat sejumlah penghargaan. Pada 2025, Mila menerima Catalyst for Change Award dari Coalition for Asian American Children and Families serta Trailblazer Award dari National Institute for Reproductive Health.
Di Columbia, Mila telah lama aktif dalam kegiatan alumni. Ia merupakan anggota Columbia College Board of Visitors dan Columbia Alumni Association. Kini, ia dipercaya sebagai salah satu ketua (co-chair) Columbia College Board of Visitors.









