TinjauAds
Inspirasi

Motor Masuk Tol Memungkinkan

Dibaca dalam waktu1 Menit, 35 Detik

Motor memasuki jalan bebas hambatan adalah sebuah wacana lama. Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI), Bambang Soesatyo memberi dukungan atas wacana tersebut dengan beberapa syarat .

Jakarta – Motor Besar Club Indonesia (MBCI) mengutarakan usulannya agar sepeda motor juga mendapat akses menggunakan jalan tol. Hal itu pun mendapat dukungan dari Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI), Bambang Soesatyo.

Pria yang akrab disapa Bamsoet tersebut mengutarakan kendaraan roda dua bisa saja masuk tol, namun jalurnya harus terpisah. Seperti di jembatan tol Suramadu (Surabaya-Madura) atau tol Bali Mandara.

“”Bukan (berarti saya) mendukung. Jadi intinya adalah kalau jalan tolnya, memungkinkan dibangun seperti di Bali, ada pemisah jalannya. Itu sangat ideal,” ungkap Bamsoet pada wartawan di sela acara Press Conference IIMS 2023, di Jakarta, Kamis (2/2/23).

Bamsoet menjelaskan, pengendara motor punya hak yang sama untuk mengakses berbagai fasilitas jalanan yang negara sediakan.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

“Karena memang seharusnya tak boleh ada diskriminasi. Karena kendaraan roda dua juga memiliki hak menikmati jalan tanpa hambatan,” sambung dia.

Tapi di sisi lain, dia juga ingin pengendara motor tetap safety dan aman.

Secara Bisnis Tidak Merugikan

Maka, hanya jalan tol dengan spesifikasi tertentu saja yang boleh masuk tol. Contohnya di jalan tol Bali Mandara, yang sudah memiliki jalur khusus sepeda motor.

“Khusus buat motor, mungkin dua meter, tiga meter, itu yang ideal. Tapi kalau kondisi tolnya tidak ada jalan pemisah, seperti yang hari ini banyak, itu memang agak riskan,” sambung pria yang juga menjabat Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI itu.

Kepada pemerintah dan pengelola jalan tol, imbau Basmoet, bolehlah memikirkan membangun jalan tersendiri bagi roda dua. Mereka kan juga berhak menikmati kue pembangunan. Mereka juga membayar pajak yang sama.

“Secara bisnis juga tidak merugikan. Karena masuk tol motor juga bayar dan jumlahnya lebih banyak daripada mobil. Jadi, kalau di sisi kiri membangun jalan khusus kendaraan roda dua dengan pemisah seperti di Bali, itu sangat ideal. Dan secara bisnis menguntungkan pengelola jalan tol,” tukas Bamsoet.

Editor: Stebby Julionatan

Back to top button