TinjauAds
Inspirasi

Edy Rahmayadi Adopsi Kredit Mesra Ridwan Kamil

Dibaca dalam waktu2 Menit, 13 Detik

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengadopsi program One Pesantren One Product (OPOP) milik Ridwan Kamil. Tak hanya itu, Edy pun memungut gagasan Ridwan Kamil lainya, yakni Kredit Masyarakat Ekonomi Sejahtera (Mesra).

Medan – Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Selasa (31/1/23) malam lalu, menyaksikan langsung penandatanganan perjanjian kerja sama. Nota perjanjian kerja sama antar dinas terkait di keuda provinsi tersebut berlangsung di rumah dinas Gubernur Sumut, di Kota Medan. Sumatra Utara, .

Kang Emil, sebutan Ridwan Kamil, mengungkapkan salah satu poin dari kerja sama tersebut adalah program OPOP yang akan diadopsi oleh pesantren-pesantren di Sumut.

“Sebelumnya ada perwakilan dari Pemprov Sumut datang ke kami dan meminta ada pembelajaran. Pertama, adalah program OPOP yang akan diterapkan oleh pesantren-pesantren di Sumut,” ujar Emil dalam siaran persnya.

Sejak menerapkannya empat tahun lalu di Pemprov Jabar, program kemandirian ekonomi pesantren tersebut setiap tahunnya melahirkan 1.000 bisnis di pesantren. Pesantren-pesantren di Jabar pun kini bisa lebih berkembang karena mampu memenuhi kebutuhan operasionalnya secara mandiri.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

“Jabar dalam setahun bisa menghadirkan 1.000 bisnis di pesantren-pesantren. Dan selama lima tahun hampir 5.000 pesantren,” sebut Emil.

Rencananya hari ini (2/2/23), Medan Kang Emil memenuhi undangan forum pesantren di Sumut untuk menjelaskan program OPOP.

“Sumut pun bisa belajar membangun kemandirian ekonomi pesantren seperti di Jabar. Kami akan hadir memenuhi undangan forum pesantren Sumut,” kata Kang Emil.

Berencana Terapkan Kredit Mesra

Program Jabar lainnya yang akan diterapkan di Sumut, yaitu Kredit Mesra. Pemda Provinsi Sumut menyatakan ketertarikannya sebagai upaya melawan rentenir. Agar masyarakat kecil bisa mengajukan kredit tanpa bunga dan agunan.

“Kami membawa Bank Bjb untuk program Kredit Mesra agar bisa membantu masyarakat kecil di Sumut,” tutur Emil.

Selain itu, Bank Sumut juga meminta Bank Bjb untuk berbagi pengalaman soal menjadi bank daerah yang kompetitif.

Sebagai bank daerah terbaik di Indonesia, Bjb mampu tumbuh 20 persen dan memberi rata-rata dividen Rp1 triliun per tahun kepada pemda setempat dan para pemegang saham.

“Gubernur Sumut meminta bank Bjb diminta oleh untuk sharing bagaimana menjadi perbankan daerah yang kompetitif,” ujar Emil.

Emil juga memberikan masukan kepada Bank Sumut agar melakukan digitalisasi layanan. Digitalisasi tersebut dapat membawa lompatan pertumbuhan kredit yang signifikan.

“Masukan untuk Bank Sumut, salah satu yang paling besar adalah pada saat kita melakukan digitalisasi layanan. Itu lompatan pertumbuhan kreditnya luar biasa. Ini juga yang sudah dilakukan oleh Bank Bjb,” sebutnya.

Di tempat sama, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi melihat kondisi perekonomian khususnya perbankan di Jabar tumbuh dengan baik.

Inilah yang melatarbelakangi keinginan pihaknya belajar ke Pemprov Jabar. Yakni dalam pengelolaan bank daerah.

“Kondisi perekonomian, khususnya perbankan di Jawa Barat, akan menjadi pembelajaran untuk Sumut. Makanya beliau datang ke sini,” ucap Edy.

Editor: Stebby Julionatan

Back to top button