Kembar Siam Fenomenal Abby-Brittany Akhirnya Menikah

TINJAU.ID – Kembar siam Abby dan Brittany Hensel, yang berasal dari Minnesota, Amerika Serikat, telah membuat gempar dunia dengan mengumumkan bahwa mereka telah menikah. Kembar ini pertama kali meraih perhatian internasional saat mereka muncul di acara talk show ‘The Oprah Winfrey Show’ pada tahun 1996. Pada usia 34 tahun, Abby dan Brittany mengumumkan pencapaian bersejarah mereka dengan menikah dengan seorang pria yang bekerja sebagai perawat.
Dikutip dari People, Sabtu (30/3/2024), berdasarkan catatan publik, Abby, yang berkerja sebagai guru, menikah dengan Josh Bowling, pada 2021. Abby dan Brittany membagikan foto pernikahan mereka di media sosial. Pasangan tersebut tinggal di Minnesota, tempat keluarga Hensel tinggal.
Sementara itu berdasarkan foto dan video di akun Facebook Bowling, keluarga tersebut menghabiskan waktu di alam dan menikmati es krim.
Banyak hal terjadi dalam satu dekade terakhir setelah program realitas di TLC yang mereka bawakan Abby and Brittany berakhir. Abby dan Brittany merupakan kembar siam disepalus. Mereka berbagi aliran darah dan semua organ pinggang ke bawah. Abby mengontrol tangan dan kaki kanan, Brittany mengontrol tangan kiri.
Ketika Abby dan Brittany lahir pada 1990, orang tua mereka, Patty dan Mike Hensel, memutuskan untuk tidak melakukan operasi pemisahan, karena terlalu berisiko. Dokter mengatakan saat itu kecil kemungkinan keduanya bisa selamat dari operasi tersebut. “Bagaimana Anda bisa memilih di antara keduanya?” kata Mike, saat wawancara dengan majalah Time pada 2001.
Data Children’s Hospital of Philadelphia mengungkap, kasus kembar siam yang dialami Abby dan Britanny sangat langka, yakni hanya sekitar 1 berbanding 200.000 kelahiran hidup. Sekitar 70 persen dari bayi kembar siam adalah perempuan dan sebagian besar lahir mati.
Pernikahan Abby ini merupakan satu langkah maju untuk mewujudkan keinginan keluarga Hansel. Dalam film dokumenter “Joined for Life” pada 2003, Patty Hensel mengatakan putrinya tertarik untuk memiliki anak suatu saat nanti. “Itu mungkin bisa berhasil karena organ-organ tubuh yang terkait masih berfungsi,” kata Patty, saat itu. “Iya, kami akan menjadi ibu. Kami belum memikirkan bagaimana bisa berhail menjadi ibu. Tapi kami masih berusia 16 tahun. Kami tidak perlu memikirkan hal itu sekarang,” timpal Brittany.









