
TINJAU, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, pada awal pekan ini. Rapat tersebut membahas percepatan pelaksanaan program prioritas pemerintah dan dampaknya dalam pembukaan lapangan kerja baru.
Berdasarkan hitungan dari pemerintah, program prioritas diklaim mampu menciptakan 2,9 juta lapangan pekerjaan bila sudah berjalan dengan baik.
Pertama, kehadiran 80 ribu Koperasi Desa Merah Putih akan menyerap tenaga kerja setidaknya sekitar 400.000 orang. Hal ini dengan asumsi setiap koperasi akan mempekerjakan minimal 5 tenaga kerja baru.
Kedua, program Kementerian Pertanian untuk melakukan penanaman baru atau replanting perkebunan rakyat seluas 870.000 hektare diklaim akan membuka lapangan kerja sebanyak 1,6 juta orang selama 2 tahun mendatang.
“Tahun ini, program Kampung Nelayan Merah Putih [KNMP] ditargetkan mencapai 100 desa, dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 7.000 orang. Ke depannya, Presiden memberikan target pembangunan sebanyak 4.000 titik KNMP, dengan tingkat penyerapan tenaga kerja hingga mencapai 200.000 orang,” ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam siaran pers, Kamis (11/9/2025).
Penciptaan lapangan kerja dari program Revitalisasi Tambak Pantura seluas 20 ribu hektare diklaim bisa mencapai lebih dari 132.000 orang. Sementara, program modernisasi 1.000 kapal nelayan diklaim akan mampu menciptakan lapangan kerja baru sebanyak hampir 600.000 orang.
Sebelumnya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam masa kampanye pernah menjanjikan akan ada 19 juta lapangan pekerjaan untuk generasi muda dan kaum perempuan terbuka di tahun mendatang. Sebanyak 5 juta di antaranya adalah green jobs.
“Green jobs ini adalah peluang kerja di bidang kelestarian lingkungan. Green Jobs ini adalah tren peluang kerja masa kini dan masa depan,” ujar Gibran dalam Debat Pilpres 2024, Minggu (21/1/2024).









