
TINJAU, Jakarta – Tak banyak yang mengetahui bahwa ditemui banyak pasien yang menderita Parkinson di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebagai informasi, Parkinson merupakan suatu penyakit gangguan gerak motorik sebagai gejala utama, yakni perlambatan gerak, kekakuan dan tremor.
Selain itu, penyakit ini dapat disertai gejala non-motorik, seperti gangguan pencernaan, gangguan tidur atau gangguan berpikir atau memori yang bisa terjadi pada stadium lanjut.
Dokter Neurologi, dr. Olivia Josephine Wijaya Sp.N menyebutkan tempat praktiknya banyak ditemukan pasien Parkinson di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Lebih lanjut, dia mengatakan banyak yang menderita penyakit ini karena ketidaktahuan serta minim pengetahuan akan penyakit progresif ini.
“Jadi mereka mengira karena penuaan biasa, jadi lambat jalan karena faktor usia. Sedangkan ada gejala lain pendukung Parkinson, ternyata ketika dibawa ke rumah sakit sudah ditahap akhir sudah sangat kaku sekali, sering jatuh, kenapa ya seperti ini dok,” dalam diskusi daring Kementerian Kesehatan (RI).
Pasien parkinson diklaim tak bisa sembuh bahkan penyebabnya hingga saat ini belum diketahui secara pasti. Akan tetapi, kata dr OLivia, pasien hanya bisa di kontrol menggunakan sejumlah pengobatan seperti obat-obatan sesuai stadium dan terapi agar mereka masih bisa melanjutkan aktivitas sehari-harinya.
“Tidak dapat disembuhkan, tapi hanya bisa di kontrol, obat dan terapi. Jadi kita hanya bantu kualitas hidup, gerak kontrolnya,”katanya.
Seseorang yang sudah didiagnosis terkena Parkinson juga akan ditentukan stadiumnya oleh dokter. Penyakit Parkinson merupakan progresif, yang lambat laun akan meningkat pada stadiumnya.
Dokter Olivia menjelaskan pada stadium awal, biasanya pasien akan mengalami satu sisi gejala tremor.
“Belum ganggu, tapi biasanya di notice orang terdekat kok agak gemeter, atau diri sendiri merasa, lanjut pada stadium kedua biasanya dua sisi mengalami gejala tremor, belum ganggu aktivitas sehari-hari masih bisa mandiri tapi sudah mulai ada kekakuan,”ujarnya.
Pada stadium ketiga, pasien parkinson akan mulai hilang keseimbangan, melakukan aktivtitas jalan juga akan sering jatuh, sendi kaku dan terus bertambah. Untuk menggunakan pakaian pun akan susah.
Pada stadium keempat, pasien akan membutuhkan walker untuk berjalan, aktivitas lain mungkin harus dibantu orang terdekat. Sedangkan pada stadium kelima, pasien akan sangat berat aktivitas sehari-hari terbatas, jadi perlu bantuan terdekat.









