
TINJAU, Jakarta – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyayangkan keputusan Presiden Donald Trump untuk keluar dari organisasi tersebut.
Data yang diungkap dalam dokumen WHO yang dirilis, Senin (3/2/2025) diungkap Amerika Serikat telah menarik sebagian baesar anggarannya yang mencapai US$400 juta (Rp6,7 triliun).
Dalam pernyataanya, Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus menyesal keputusan AS tersebut. Berharap AS mempertimbangkan kembali keputusan tersebut.
“Kami menyambut baik saran dari AS, dan semua negara anggota, tentang bagaimana kami dapat melayani dan masyarakat dunia dengan lebih baik,” ujar Tedros.
Dewan esekutif mengutarakan dengan keluarnya penyumbang terbesar sangat mempengaruhi anggaran WHO. Untuk itu, pihak dewan eksekutif mengusulkan pemotongan bagian program dasar anggaran usulan awal $US5,3 miliar menjadi US$4,9 miliar.
Amerika Serikat merupakan donor pemerintah terbesar WHO, menyumbang sekitar 18 persen dari keseluruhan pendanaannya. WHO telah mengambil beberapa langkah pemangkasan biaya secara terpisah setelah langkah AS tersebut.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu (25/01/2025) menyatakan kemungkinan mempertimbangkan untuk kembali bergabung dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
“Mungkin kita akan mempertimbangkannya lagi, saya tidak tahu. Mungkin saja. Tapi mereka harus melakukan perubahan,” ujar Trump dalam sebuah rapat umum di Las Vegas seperti dilaporkan Reuters.
Keputusan resmi AS untuk keluar dari WHO dijadwalkan berlaku pada 22 Januari 2026. Trump sebelumnya mengumumkan langkah tersebut pada Senin (20/01/2025), tepat setelah dilantik untuk masa jabatan kedua sebagai Presiden.









