TinjauAds
HabitusHeadline

L’Osservatore Romano: Catatan Keberangkatan Paus Fransiskus, Roma ke Jakarta

Dibaca dalam waktu3 Menit, 9 Detik

TINJAU, Jakarta – Pemimpin umat Katolik sedunia, Paus Fransiskus akan menjalani perjalanan panjang untuk kunjungan apostoliknya ke Indonesia, Papua Nugini, Timor Leste dan Singapura.

Ketika berita ini ditulis oleh redaksi Tinjau, pesawat warna biru A330 dengan nomor penerbangan AZ4000 yang membawa Paus Fransiskus sudah meninggalkan Roma menuju Jakarta, dan rencananya, Paus akan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta pada 11.30 WIB.

Pada kunjungan apostolik Paus kali ini, L’Osservatore Romano menulis beberapa hal penting sebelum keberangkatan Paus Fransiskus ke Jakarta dalam beberapa postingan instagram.

L’Osservatore Romano (Sang Pengamat Roma) adalah surat kabar Tahta Suci Gereja Katolik Roma di Vatikan. Surat kabar ini mengulas semua kegiatan publik Sri Paus, menerbitkan tulisan-tulisan editorial karya pejabat-pejabat gereja, dan melakukan pendokumentasian resmi akan semua terbitannya.

Berdoa kepada Bunda Maria dan meminta Doa Umat saat Angelus Harian

L’Osservatore Romano menulis:

Apa yang dimulai pada jam-jam ini adalah perjalanan terpanjang dari kepausan Fransiskus, yang, hingga Jumat, 13 September, akan menempuh jarak lebih dari 32.900 km melalui udara, melintasi empat negara: Indonesia, Papua Nugini, Timor-Leste dan Singapura terletak di dua benua yang berbeda, Asia dan Oceania.

Sebuah perjalanan yang tiba pada momen bersejarah yang ditandai dengan berbagai tantangan, pertama-tama yang universal ialah perdamaian dan rekonsiliasi. Dan perjalanan ini dipersembahkan Paus dalam doa kepada Maria, Salus Populi Romani. Pada pagi hari kemarin, Minggu 1 September, Paus mengunjungi Basilica of St. Mary the Greater, di mana ia berhenti berdoa di depan ikon Perawan Maria, meletakkan – seperti biasa – di kakinya harapan dan perlindungan bagi perjalanan untuk kerasulan internasionalnya yang ke-45 selama perjalanan masa kepausannya.

Di akhir Angelus di Piazza San Petrus, Bapa Suci juga meminta umat beriman dan mereka yang terhubung melalui media untuk berdoa “untuk buah perjalanan ini.”

Kardinal Parolin: Paus ingin merealisasikan Kedekatannya dengan umat yang jauh

Wartawan L’Osservatore Romano, Massimiliano Menichetti, mewawancarai Kardinal Sekretaris Negara Pietro Parolin dan bertanya kepadanya tentang harapannya atas perjalanan yang akan dilakukannya. “Harapan pertama yang Paus Fransiskus bawa dalam hatinya adalah pertemuan: untuk secara pribadi bertemu penduduk negara-negara yang akan dia kunjungi. Dengan kata lain, sekali lagi menyatakan tema kedekatan, kedekatan yang menjadi ciri gaya kepausannya dan yang mana perjalanan kerasulan merupakan ekspresi yang relevan: kedekatan untuk mendengarkan, kedekatan untuk mengambil alih kesulitan, penderitaan dan harapan orang-orang, kedekatan untuk membawa sukacita bagi semua orang, penghiburan dan harapan Injil. Ini adalah parafrasa Santo Paulus, bahwa saya akan memberitahu Anda bahwa semakin jauh secara geografis – adalah negara-negara yang dia tuju, semakin Bapa Suci merasakan urgensi ini di dalam hatinya,” kata Kardinal Paroline.

L’Osservatore Romano: di Jakarta ada Terowongan Persaudaraan, ketika di banyak tempat dibangun terowongan untuk Perang!

Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia bukan saja untuk menyapa umat katolik. Paus ingin membangun dialog antaragama.

L’Osservatore Romano memposting:

Kunjungan Paus Fransiskus ke Jakarta, Indonesia, 3-6 September 2024 sangat dinantikan. Tidak saja karena umat Allah yang menunggu, tetapi juga karena dialog yang dirindukan dari dunia Islam dan kepercayaan lain di Indonesia.

L’Osservatore Romano menulis: “Ada terowongan perang dan teror, yang digunakan untuk menyembunyikan tentara, milisi dan sandera. Dan ada terowongan yang diciptakan untuk menyatukan orang-orang yang berbeda agama dalam persahabatan. Di Jakarta, Masjid Istiqlal, yang terbesar di Asia Tenggara, dan Katedral Katolik Bunda Maria Asumsi, berdiri bertatap muka, dekat namun terpisah oleh jalan tiga jalur. Sebuah jalan bawah tanah tua telah dipulihkan, diperindah dengan karya seni dan berubah menjadi “terowongan persaudaraan” untuk menghubungkan tempat doa Muslim dengan tempat di mana orang Kristen merayakan Ekaristinya.”

Paus Fransiskus sedang berada dalam perjalanan menuju Jakarta. Beberapa postingan instagram L’Osservatore Romano merekam itu:

Sampai jumpa di Jakarta, Bapa Suci, semoga tiba di tanah air dengan selamat!

Back to top button