TinjauAds
HabitusHeadline

Kasus Positif Covid-19 Naik, Menkes: Bukan Varian Mematikan

Dibaca dalam waktu1 Menit, 43 Detik

TINJAU, Jakarta – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengakui angka kasus positif Covid-19 di Indonesia meningkat. Namun, dia memastikan varian yang menyebar di masyarakat tak memiliki kemampuan penularan tinggi dan mematikan.

Sehingga, kata dia, masyarakat tak perlu panik menanggapi peningkatan penyebaran Covid-19 yang terjadi. Namun, tetap harus menjalankan sejumlah protokol kesehatan untuk mencegah penularan dan penyebaran penyakit yang sempat berstatus pandemi tersebut.

“Covid itu memang terjadi kenaikan, tapi kenaikan ini adalah varian-varian yang relatif tidak mematikan. Jadi jangan terlalu dikhawatirkan supaya masyarakat nggak panik,” kata Budi kepada awak media, di Istana Kepresidenan, Selasa (03/06/2025).

Istana juga telah buka suara soal Surat Edaran (SE) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang isinya imbauan untuk peningkatan kewaspadaan penyebaran Covid-19. Surat tersebut menyoroti peningkatan atau tingginya angka positif pada sejumlah negara tetangga — beberapa merupakan destinasi wisata dan kerja warga  Indonesia.

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Hasan Nasbi mengklaim, surat edaran tersebut dikeluarkan bukan untuk menakuti masyarakat. Pemerintah justru ingin mengajak seluruh pihak dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan agar tak terjadi penularan tinggi.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

“Jadi ini bukan buat menakut-nakuti, tapi harus waspada wajib. Karena kita sudah pernah mengelewati pengalaman seperti ini, maka waspada itu wajib,” kata Hasan kepada awak media, di kantornya, Selasa (03/06/2025).

Meskipun begitu, kata dia, pemerintah menerima informasi pertumbuhan angka positif di Indonesia. Akan tetapi, dia mengklaim, angka tersebut masih sangat rendah dibandingkan yang terjadi di sejumlah negara tetangga.

“Di negara kita juga ditemukan beberapa kasus positif. Yang tertinggi mungkin minggu ke-19 kemarin 3,68% positivity rate-nya.  Jadi kalau dari 100 orang diuji spesimennya, ada 3,68 atau hampir 4 orang yang terindikasi positif. Ini bentuk kewaspadaan,” ujar Hasan.

Adapun, berdasarkan data Kemenkes pada periode 25-31 Mei 2025 terdapat 7 kasus baru Covid-19 yang tercatat, angka tersebut setara dengan persentase positivity rate 2,05%. Menurut Kemenkes, hal tersebut berarti dari 100 orang yang diperiksa terdapat 2 orang yang hasilnya positif COVID-19.

“Sehingga ditotal ada 72 kasus sepanjang 2025,” kata Juru Bicara Kemenkes Widyawati, Selasa (3/6/2025). “Varian ini tidak membuat keparahan dan kematian,” kata dia.

Back to top button