TinjauAds
DigitusPilihan Redaksi

Diam-diam, Bos ChatGPT Bangun Koalisi Global, Ada Apa?

Dibaca dalam waktu2 Menit, 37 Detik

TINJAU.ID – Chief Executive Officer OpenAI, Sam Altman, orang di balik kesuksesan ChatGPT, sedang berupaya membangun koalisi global di antara para pemimpin pemerintahan dan industri.

Tujuan menggalang koalisi mendukung peningkatan pasokan cip, energi, dan kapasitas pusat data (data center) yang dibutuhkan untuk mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), kata beberapa orang yang mengetahui tentang diskusi tersebut.

Bos ChatGPT itu bertemu dengan para investor dan pejabat pemerintah di Uni Emirat Arab minggu ini untuk membahas bagaimana sektor swasta dapat bekerja sama dengan negara-negara untuk mendukung infrastruktur skala besar yang mahal untuk AI.

Masih dari orang-orang yang tidak ingin disebutkan namanya, Sam Altman juga telah berbicara dengan para pejabat di sejumlah negara Barat dan akan mengadakan pertemuan di Washington akhir pekan ini. Belum diketahui dengan jelas apa bentuk dari rencana Altman ini.

Pertemuan-pertemuan tersebut, yang belum pernah dilaporkan sebelumnya, menandai upaya terbaru pemilik aplikasi ChatGPT ini mengatasi kekhawatiran pasokan cip dan infrastruktur utama lainnya tidak akan dapat mengimbangi penyebaran AI yang cepat.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Sam Altman telah berupaya mengumpulkan miliaran dolar dari investor global untuk usaha cip. Tujuannya menggunakan dana tersebut untuk mendirikan jaringan pabrik dan memproduksi semikonduktor.

Keterlibatan Altman dengan para pejabat di seluruh dunia menunjukkan jangkauan yang lebih luas daripada yang diketahui sebelumnya.

Diskusi CEO saat ini juga melampaui produksi cip dan mencakup sumber daya lain seperti energi dan kapasitas pusat data, kata beberapa orang yang mengetahui tentang diskusi tersebut. Masih belum jelas bagaimana bentuk dari upaya ini.

“Seperti yang dilaporkan sebelumnya, OpenAI sedang melakukan percakapan berkelanjutan tentang peningkatan infrastruktur global dan rantai pasokan cip, energi, dan pusat data,” kata juru bicara OpenAI dalam sebuah pernyataan.

“Kami berharap dapat membagikan lebih banyak detail di kemudian hari.”

Produsen ChatGPT itu memandang kebutuhan energi dalam jumlah besar mampu menggerakkan sistem AI, sebagai salah satu tantangan infrastruktur terbesar yang dihadapi industri teknologi, kata seseorang yang mengetahui pemikiran perusahaan.

Sam Altman sebelumnya telah berbicara tentang perlunya “terobosan” energi untuk mendukung teknologi yang sangat haus daya, dan menyarankan tenaga surya yang lebih murah atau fusi nuklir dapat mendorong pengembangan AI.

Ketika berada di UEA minggu ini, Sam Altman bertemu dengan Martina Strong, duta besar AS untuk negara itu, kata seseorang. (Perwakilan untuk Strong menolak berkomentar.)

Sam Altman juga akan melakukan perjalanan ke Washington pada hari Kamis, menurut orang tersebut, guna menggelar pertemuan di Capitol Hill dan dengan anggota komunitas keamanan dan intelijen nasional Amerika (AS).

Pertemuan tersebut merupakan bagian dari diskusi yang sedang berlangsung tentang bagaimana AS dan sekutunya dapat terus memimpin dalam bidang AI, dan memastikan akses ke infrastruktur AI. 

Sam Altman sebelumnya percaya bahwa penting untuk bekerja sama dengan pemerintah AS dalam menentukan waktu dan struktur untuk usaha cip bernilai miliaran dolar.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, ia juga telah bertemu dengan Menteri Perdagangan Gina Raimondo.

Mengejar investasi asing dari entitas-entitas di UEA dapat menarik pengawasan dari Komite Investasi Asing (Committee on Foreign Investment) di AS.

Komite ini sebelumnya telah memberikan perhatian yang semakin besar terhadap hubungan antara institusi keuangan Timur Tengah dengan China. Anggota parlemen juga secara khusus berfokus pada perusahaan AI Abu Dhabi, G42, atas kekhawatiran serupa.

G42 adalah investor potensial dalam usaha cip OpenAI, tetapi status diskusi belum dapat dikatakan terang benderang.

Back to top button