Begini Realisasi Program Gerakan 1000 Startup Digital

TINJAU, Jakarta – Direktur Ekonomi Digital Ditjen Aptika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bonifasius W. Pujianto mengungkapkan, realisasi program Gerakan Nasional 1.000 start up digital kini telah melahirkan lebih dari 1.600 startup.
Namun, yang menjadi tantangannya ribuan startup tersebut tidak bisa bertahan lama. Hal ini karena saat tahap kedua atau tahun ketiga hanya ada sekitar 238 start up yang bisa bertahan.
“Yang paling penting mempertahankan saat startup dibentuk. Membangun startup belum tentu survive. Yang survive 10%-15% di step ke-2. Kami akhir tahun [sudah ada] 250-260 itu yang survive sudah meningkat skalanya,” kata Boni dalam acara Ngopi Bareng di Kominfo, Jumat (6/9/2024).
Pada tahap ketiga atau NextICorn, kata Boni, startup tidak bisa mendapatkan pendanaan dari pemerintah karena pemerintah tidak bisa memberikan dana tunai. Pendanaan nantinya dibantu oleh institusi lain. Kominfo hanya menyediakan program gerakan menciptakan startup tersebut.
NextICorn, atau Next Indonesia Unicorn, merupakan kerja sama antara industri (swasta) dan pemerintah yang mencari startup-startup terbaik di Indonesia dan siap menerima investasi asal domestik atau asing. Saat ini Kominfo memiliki 63 NextICorn.
Di sisi lain, Boni menyebut, nilai investasi yang telah disalurkan oleh Venture Capital (VC) mencapai US$172,3 juta (setara Rp2,6 triliun)
“Angka ini cukup besar jika dibandingkan dengan apa yang telah dikeluarkan oleh Kominfo dengan impact itu enam kali lipat dan ini yang dirasakan oleh teman-teman startup,” imbuhnya.
Diketahui, Kominfo telah meluncurkan Gerakan Nasional 1000 Startup Digital sejak 2016 lalu. Gerakan itu dilakukan di sejumlah kota-kota besar di Indonesia untuk mendirikan pusat inovasi sebagai titik kumpul komunitas teknologi, kreatif, dan budaya, sekaligus juga menyediakan co-working space agar para pelaku dan kreator lokal dapat berkolaborasi menciptakan solusi bagi kebutuhan masyarakat, baik dalam level lokal maupun nasional.
Gerakan itu bertujuan untuk melahirkan entrepreneur baru yang akan menjadi awal untuk menciptakan masa depan ekonomi digital Indonesia.
Pada acara yang sama Kominfo juga membikidik kontribusi ekonomi digital terhadap PDB pada tahun 2045 mencapai 20% dengan nilai US$88,9 triliun. “Kontribusi ekonomi digital 20,7% dari PDB,” kata dia, dibandingkan posisi saat ini di level 4-5%.
Demi mendukung target ini pemerintah bakal menerbitkan Perpres Ekonomi Digital dimana akan mengatur peran dari masing-masing kementerian lembaga dalam mewujudkan misi sebagaimana tertuang dalam Buku Putih Strategi Nasional Pengembangan Ekonomi Digital Indonesia 2030.









