TinjauAds
BisnisPilihan Redaksi

Prabowo Akan Segel Pedagang yang Jual Pangan di Atas HET

Dibaca dalam waktu2 Menit, 6 Detik

TINJAU, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengancam akan menyegel pedagang komoditas bahan pokok yang menjual harga di atas ketentuan pemerintah, atau harga eceran tertinggi (HET),  termasuk harga acuan tertinggu (HAT).

Hal itu disampaikan oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaeman usai mengadakan rapat koordinasi terbatas (rakortas) bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) hingga Kementerian BUMN.

“Kami minta seluruh pengusaha, khususnya bahan pangan, produsen maupun importir untuk menjual harga bahan pangan di bawah HET. Arahan Pak Presiden tidak boleh jual di atas HET,” ujar Amran dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu (19/2/2025).

Amran mengatakan, instruksi tersebut juga dilakukan sejalan dengan titah Prabowo, yang berkeinginan untuk meminta penurunan harga, seperti yang sebelumnya terjadi dalam tiket pesawat hingga biaya haji.

Selain itu, kata Amran, instruski ini juga dilakukan guna mengamankan dan mengendalikan fluktuasi harga pangan menjelang ramadan dan Hari Raya Idulfitri.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

“Pesannya penting, tidak boleh ada yang jual harga di bawah HET. Yang masih menjual, nanti Satgas Pangan akan turun tangan, akan kami segel,” tegas dia.

Di sisi lain, Amran memastikan ketersediaan cadangan pangan pemerintah (CPP), termasuk operasi pasar selama  ramadan akan tercukupi, termasuk beras yang saat ini memiliki stok hingga 2 juta ton melalui Bulog.

“Kita simpulkan stok bahan pangan untuk 9 bahan pokok cukup, bahkan lebih dari cukup,” kata Amran..

Badan Pangan Nasional (Bapanas) atau National Food Agency sebelumnya menyatakan masih terdapat sejumlah harga komoditas masih berada di atas harga acuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah (HAP) dan harga eceran tertinggi (HET).

Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mengatakan komoditas pangan tersebut meliputi cabai rawit merah, MinyaKita, cabai merah keriting, hingga beras jenis medium. Seperti diketahui, dalam hitungan pekan lagi Ramadan akan tiba.

“Kami masih mencatat ditingkat konsumen sejumlah harga komoditas pangan masih berada di atas HAP dan HET pemerintah,” kata Arief dalam rapat dengar komisi IV DPR, Selasa (4/2/2025) lalu.

Berdasarkan data Bapanas, harga rata-rata nasional cabai rawit merah saat ini per 3 Februari tercatat Rp66.295/kg, atau 16,31% dari harga yang ditetapkan pemerintah dikisaran Rp40.000-Rp57.000/kg.

Kemudian, harga MinyaKita tercatat sebesar Rp17.625/liter,yang juga 13,68% dari HET yang ditentukan pemerintah sebesar Rp15.700/liter. Harga cabai merah keriting juga tercatat Rp58.502/kg atau 6,37% dari HAP dikisaran Rp30.000-Rp55.000/kg.

Ada juga komoditas jagung pipil kering yang kini seharga Rp6.449/kg, atau setara 11,19% dari harga yang ditetapkan oleh pemerintah.

“Tetapi, terdapat juga sejumlah komoditas pangan yang saat ini masih berada dibawah HAP, seperti bawang merah, daging ayam, hingga jagung pipil kering,” kata Arief.

Back to top button