Beraja Senja
-
Beraja Senja
Cin(t)a Jangan Kau Pergi
TINJAU – Aku melihat sinis perempuan di hadapanku ini. Dia dan aku sama-sama sedang mengajukan beasiswa di kampus kami. Aku,…
Tinjau Selengkapnya -
Beraja Senja
Habemus Papam, Kang Je
TINJAU – “Masih merenungi kepergian Paus Fransiskus?” suara itu menyela dari arah samping sembari mengambil pisang goreng yang ada di…
Tinjau Selengkapnya -
Beraja Senja
Kang Je Menjemput Paus
TINJAU – Hari masih pagi. Sambil menunggu air panas buat ngopi, aku membuka gadget dan membaca berita yang berseliweran dari…
Tinjau Selengkapnya -
Beraja Senja
Tumbal Hamba Uang (9-Selesai)
TINJAU – Dalam kepasrahan dan kosongnya pikiran, Bang Khery melihat tali yang disodorkan si sosok hitam. Dalam tatapan kosongnya itu,…
Tinjau Selengkapnya -
Beraja Senja
Tumbal Hamba Uang (8)
TINJAU – Sepeninggal Tizha, rumah tempat banyak pasien datang untuk berobat mulai sepi. Hari-hari padat penuh orang seperti menjauh dari…
Tinjau Selengkapnya -
Beraja Senja
Tumbal Hamba Uang (7)
TINJAU – Waktu sehari berlalu cepat juga. Hari di mana Bang Khery sudah berjanji kepada jenderal pun tiba juga. Tizha…
Tinjau Selengkapnya -
Beraja Senja
Tumbal Hamba Uang (6)
TINJAU – Ke sekian kali tidur Bang Khery tak nyenyak. Lagi-lagi masalahnya karena sosok itu kembali terlihat. Tidak saja di…
Tinjau Selengkapnya -
Beraja Senja
Tumbal Hamba Uang (5)
TINJAU – Kehadiran Tizha dan timnya dalam pengobatan alternatif di kota Syolem menjadi pembicaraan di mana-mana. Bukan karena kemanjuran pengobatannya…
Tinjau Selengkapnya -
Beraja Senja
Tumbal Hamba Uang (4)
TINJAU – Hari ini Myenthi dan Sena sejak lewat subuh sudah menyiapkan segala sesuatu dan siap menjaga tempat pendaftaran lokasi…
Tinjau Selengkapnya -
Beraja Senja
Tumbal Hamba Uang (3)
TINJAU – “Besok lusa akan banyak yang datang. Mereka ada yang berobat atau minta nasihat. Waktunya kamu mencari uuuaanngg…” suara…
Tinjau Selengkapnya