Tiongkok Kehilangan Kesempatan Bangun Hubungan dengan AS
Tiongkok kehilangan kesempatan untuk membangun relasi diplomatis yang baik dengan Amerika Serikat (AS). Penyebabnya, penerbangan balon udara milik Tiongkok ke wilayah Amerika dicurigai sebagai upaya mata-mata.
Jakarta, tinjau.id – Harapan menurunnya ketegangan antara AS dan Tiongkok tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Peristiwa balon udara dengan alat pengawas milik Tiongkok di daerah AS pada Sabtu (4/2/23) lalu, menjadi penyebabnya.
Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengungkapkan, Tiongkok telah berencana menyambut kunjungan dari Sekretariat AS, Antony Blinken.
Ini merupakan suatu kunjungan yang para peneliti duga sebagai kesempatan untuk membantu memperkuat ekonomi membenahi hubungan diplomatis yang mengkhawatirkan.
Namun, rupanya hal tersebut tidak akan terjadi dalam beberapa bulan ke depan. Peristiwa penerbangan balon udara menimbulkan dua pertanyaan dari pihak AS. Yakni, apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa bisa terjadi.
[custom-related-posts title=”Related Posts” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]
Selanjutnya, pihak AS pun meneliti muatan berukuran sebesar dengan tiga truk pembawa angkutan besar di dalam balon tersebut. Rupanya di dalam balon tersebut terdapat alat pengawas semacam kamera CCTV untuk mencermati sebagian besar wilayah AS.
Situasi di Tiongkok setelah peristiwa itu menjadi tidak jelas. Para analis mengungkapkan, kecelakaan tersebut mengakibatkan terciptanya situasi di luar kontrol Tiongkok yang dapat berujung pada penyesalan. Saat ini, pimpinan pemerintah Tiongkok mengalami pergumulan untuk mengatasi krisis diplomatis mereka dengan AS.
Profesor dari Ilmu Politik di The National University of Singapore, Chong Ja Ian, menyatakan banyak pihak menantikan perbincangan langsung Tiongkok dengan AS.
“Banyak pihak berpendapat, pimpinan Tiongkok menantikan perbincangan langsung dengan Blinken. Sangatlah masuk akal bila (Pimpinan Tiongkok Xi Jinping) ingin memastikan acara kunjungan itu berjalan dengan lancar,” ujar Ja Ian.
Menanggapi peristiwa itu, Kementerian Luar Negeri Tiongkok menjelaskan, penerbangan balon udara ini sebagai “penerbangan sipil untuk penelitian, khususnya bidang meteorologi. ”Balon udara keluar dari jalurnya karena sistem kendali otomatis yang terbatas dan faktor angin,” ungkap juru bicara kementrian.
Konsekuensi Panjang Hubungan Tiongkok-AS
Peristiwa penerbangan balon udara memberikan konsekuensi panjang mengenai hubungan diplomatik antara Tiongkok dan Amerika Serikat. Dali Yang, seorang ahli politik dari Universitas Chicago, berpendapat pimpinan Tiongkok pada tingkat nasional secara gamblang merasa kecewa dan seperti terkalahkan oleh peristiwa tersebut. Dia juga mengutip penjelasan awal Kementerian Luar Negeri Tiongkok yang ingin berdamai dengan perasaan menyesal.
Peristiwa penerbangan balon udara milik Tiongkok menimbulkan sedikit catatan kritis. Iain Boyd, ahli teknik aerospace dari The Universitas Colorado Boulder menyatakan, pihak Tiongkok telah mengeluhkan pihak AS yang mengawasi mereka melalui satelit selama bertahun-tahun. Mungkin ini berkaitan dengan motif pihak Tiongkok menerbangkan balon udara. Boyd berpendapat, pihak Tiongkok melakukannya untuk memberikan pesan politis tertentu terhadap Amerika Serikat.









