Juara Dunia Sempoa Asal Indonesia Tolak Mobil dan Laptop
Juara dunia sempoa asal Indonesia, Nono, menolak hadiah mobil dan laptop. Ia pilih beasiswa dan ciptakan pesawat tercepat saja.
Kupang – Caesar Archangels Hendrik Meo Tnunay atau Nono (7), pemenang ajang International Abacus World Competition 2022, menolak hadiah mobil dari PT. Astra Internasional Tbk. Ibu kandung Nono, Nuryati Ussanak Seran, menyampaikan informasi tersebut pada Sabtu (28/1/23) petang.
“Kemarin Nono tolak pemberian oto (mobil) dari Astra ,” ungkap Nuryati.
Nuryati mengungkapkan sempat mengunjungi kantor pusat PT. Astra Internasional di Jakarta. Mereka bertemu Direktur PT. Astra Gita Tiffani Boer dan Ketua Yayasan Pendidikan Astra-Michael D. Ruslim (YPA-MDR) Herawati Prasetyo.
Menurut Nuryati, keduanya meminta anaknya memilih mobil sebagai hadiah, namun sang juara dunia sempoa tersebut menolak.
“Nono bilang mau menciptakan kereta api cepat dan pesawat tercepat saja,” kata Nuryati.
Karena menolak hadiah, Nono pun mendapat bonus jalan-jalan keliling Jakarta selama tiga hari. Mereka lantas mengunjungi beberapa tempat, salah satunya Monas.
Sebelumnya, sang ibu pun mengungkap bahwa bocah kelas 2 SD asal Kupang – NTT itu menolak laptop dari Menteri Pendidikan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim. Nono lebih memilih beasiswa daripada menerima laptop dari ‘Mas Menteri’.
“Iya, Nono pilih beasiswa dan bola dari Pak Menteri,” ungkap Nuryati.
Setelah menghadiri sejumlah undangan di Jakarta dan bertemu dengan Nadiem Makarim, Nono dan Nuryati akan kembali ke Kupang pada Senin (30/1/23) pagi.
Dengan kemenangannya di kompetisi sempoa dunia, Nono berhak mendapat piala dan uang tunai sebesar USD200.
Penghargaan itu diserahkan oleh Juli Agustar Djonli selaku founder Abacus Brain GYM (ABG) Amerika Serikat.
Prestasi Nono pun mendapat apresiasi dari Gubernur NTT Viktor Laiskodat.
“Walau anggapan di luar sana kita masih provinsi miskin, tapi kita patut berbangga karena melahirkan anak yang berprestasi di kancah internasional. Seorang juara dunia dalam diri Nono,” kata Viktor bangga.
Editor: Stebby Julionatan









