Yordania Siap Konfrontasi Dengan Israel Soal Status Masjid Al Aqsa
Yordania siap konfrontasi dengan Israel soal status Masjid Al Aqsa, pasca berkuasanya kembali Benjamin Netanyahu sebagai Perdana Menteri Israel.
Yerusalem – Yordania siap konfrontasi dengan Israel soal status Masjid Al Aqsa, pasca berkuasanya kembali Benjamin Netanyahu sebagai Perdana Menteri Israel.
Raja Yordania Abdullah II mengaku siap bertempur jika Israel berani mengubah status sejumlah situs suci di Yerusalem, termasuk Masjid Al Aqsa. Pernyataan itu disampaikan Raja Abdullah dalam menanggapi kembali berkuasanya Benjamin Netanyahu.
Dilansir CNN, Jumat (30/12/22), dalam wawancara eksklusif, Raja Abdullah II mengungkap adanya kekhawatiran di Yordania mengenai orang-orang di Israel yang mencoba mendorong perubahan status Yordania sebagai wali atau penjaga sejumlah situs suci Muslim dan Kristen di Yerusalem Timur yang diduduki Israel, memperingatkan bahwa pihaknya memiliki batas kesabaran.
“Saya selalu percaya bahwa, mari kita lihat gelasnya setengah penuh, tetapi kita memiliki garis merah tertentu… Dan jika orang ingin mendorong garis merah itu, maka kita akan menghadapinya,” ujarnya.
Pemerintahan Netanyahu digadang-gadang menjadi pemerintahan paling berhaluan ekstrem kanan dalam sejarah Israel. Salah satu tokoh paling kontroversial dalam pemerintahan mendatang Israel adalah Itamar Ben Gvir, yang akan menjadi menteri keamanan nasional dan memegang kendali atas polisi, termasuk penegakan hukum di tempat-tempat suci Yerusalem.
Ben Gvir memiliki sejarah panjang menghasut kekerasan terhadap warga Palestina dan Arab. Dia telah dihukum karena menghasut rasisme anti-Arab dan mendukung terorisme dan secara terbuka menyerukan perubahan status quo di tempat-tempat suci.
Sebagai informasi, Kerajaan Hashemite Yordania telah menjadi penjaga situs suci Yerusalem sejak 1924 dan menganggap dirinya sebagai penjamin hak beragama Muslim dan Kristen di kota tersebut.
Dalam perang 1967, Israel merebut Yerusalem Timur dari Yordania. Namun, keduanya menandatangani perjanjian damai pada tahun 1994 di mana Israel secara resmi mengakui peran khusus Amman di tempat-tempat suci kota itu.
Penulis: Michael Ckow
Editor: Asrul Hasian Harahap









