TINJAU, Pontianak | Workshop Jurnalistik dalam rangka Pekan Komunikasi Sosial Nasional (PKSN) ke-13 menekankan pentingnya jurnalisme berbasis fakta di tengah derasnya arus informasi digital.
Kegiatan yang digelar di Ruangan Iman, Gedung FASIPIKUS BOS Pontianak, Kamis (28/5/2026), menghadirkan jurnalis senior Kornelis Purba sebagai pemateri utama.
Di hadapan peserta, Kornelis Purba menegaskan bahwa tugas wartawan adalah menyampaikan fakta, bukan membangun opini pribadi ataupun menggiring pandangan publik tanpa dasar yang jelas.
“Berita harus berdasarkan fakta, bukan karangan ataupun opini pribadi. Wartawan bertugas menyampaikan kenyataan yang terjadi di lapangan,” tegasnya.
Menurut dia, tantangan terbesar dunia jurnalistik saat ini adalah derasnya informasi di media sosial yang sering kali belum terverifikasi. Karena itu, wartawan dituntut tetap memegang prinsip objektivitas dan melakukan verifikasi data sebelum menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Workshop berlangsung interaktif dengan pembahasan mengenai dasar-dasar jurnalistik, teknik menulis berita, hingga memahami nilai berita atau news value.
Dalam pemaparannya, Kornelis Purba memperkenalkan konsep CHOPPT yang terdiri dari Consequences, Human Interest, Prominence, Proximity, dan Timeliness sebagai dasar menentukan kelayakan sebuah peristiwa untuk diberitakan.
Dia menjelaskan bahwa sebuah berita harus memiliki dampak bagi masyarakat, kedekatan dengan pembaca, unsur kemanusiaan, keterlibatan tokoh penting, serta nilai aktualitas agar layak dipublikasikan.
Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada perbedaan hard news dan soft news. Hard news, menurutnya, harus disampaikan secara cepat, lugas, dan langsung pada inti persoalan tanpa tambahan opini wartawan.
Sementara soft news atau feature lebih menonjolkan sisi cerita dan pengalaman manusia dengan gaya penulisan yang lebih naratif.
Dalam sesi praktik, peserta diminta menganalisis kasus mengenai sekolah dasar di desa yang mengalami kebocoran atap saat hujan deras. Dari kasus tersebut, peserta belajar menentukan angle berita dan melihat bahwa sebuah peristiwa sederhana dapat memiliki nilai berita besar apabila berdampak pada masyarakat.
Kornelis Purba juga mengingatkan bahwa wartawan memiliki tanggung jawab moral karena informasi yang disampaikan dapat memengaruhi cara pandang publik terhadap suatu peristiwa.
“Kecepatan informasi penting, tetapi kebenaran jauh lebih penting,” ujarnya.
Peserta tampak aktif mengikuti jalannya workshop dengan berdiskusi, bertanya, hingga mencoba membuat berita sederhana berdasarkan kasus yang diberikan pemateri.
Melalui Workshop Jurnalistik PKSN XIII ini, peserta diharapkan tidak hanya memahami teknik menulis berita, tetapi juga memiliki kesadaran akan pentingnya menyampaikan informasi secara akurat, objektif, dan bertanggung jawab di era digital. (*)









