TinjauAds
HeadlinePolitik

Jokowi Reuni Fakultas Kehutanan UGM, Curhat Polemik Ijazah

Dibaca dalam waktu1 Menit, 18 Detik

TINJAU, Jakarta – Presiden ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi) menghadiri reuni ke-45 Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pada Sabtu (26/7) didampingi Iriana Joko Widodo. Dalam sambutannya, Jokowi secara terbuka menyinggung polemik seputar keaslian ijazahnya.

“Jangan senang dulu, lho, karena ijazah saya masih diragukan. Hati-hati, nanti keputusan di pengadilan. Begitu keputusannya asli, bapak-ibu boleh senang-senang. Tapi begitu tidak, yang 88 [orang] juga semuanya palsu,” ujar Jokowi disambut tawa para alumni yang hadir seperti dilihat dari YouTube KompasTV.

Jokowi menyebut segala tudingan tersebut tidak masuk akal. Ia menyinggung tuduhan palsu terhadap skripsi, KKN, hingga dosen pembimbingnya semasa kuliah di Fakultas Kehutanan UGM.

“Skripsi diragukan, ganti lagi ke KKN. Ijazah diragukan, lari ke skripsi, lari ke KKN. KKN-nya didatangi di sana. Kita juga KKN, kalau disuruh ingat-ingat kan 45 tahun yang lalu. Saya ingat KKN di Desa Ketoyan, Kecamatan Ponorogo, Kabupaten Boyolali,” kenangnya.

Jokowi juga menyinggung soal dosen pembimbingnya, Ir. Kasmudjo, yang bahkan ikut dilaporkan ke polisi atas tuduhan pembohongan publik karena memberikan pernyataan bahwa ia memang membimbing Jokowi semasa kuliah.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

“Beliau yang mementori bagian produksi di pabrik saya, lha kok disebut bukan dosen pembimbing? Itu dosen pembimbing saya dan sampai kapan pun saya akan menyampaikan, Pak Ir. Kasmudjo itu dosen pembimbing saya,” tegas Jokowi.

Menurut Jokowi, berbagai keraguan yang dilontarkan sejumlah pihak ini merupakan bagian dari dinamika politik.

“Sebetulnya kalau yang namanya ijazah asli itu, kalau Rektor UGM sudah menyampaikan ijazahnya dikeluarkan oleh BKN, Dekan Fakultas Kehutanan juga sudah menyampaikan bahwa ijazahnya asli, harusnya sudah rampung. Wong produsennya sudah menyampaikan seperti itu,” ujarnya.

Back to top button