Israel Serang Iran, Bidik Situs Nuklir & Pabrik Senjata

TINJAU, Jakarta – Lebih dari 50 pesawat Angkatan Udara Israel melancarkan serangan udara ke wilayah Iran dalam beberapa jam terakhir. Serangan itu menargetkan apa yang disebut sebagai “situs produksi sentrifugal” — bagian penting dari proses pengayaan uranium — serta “beberapa lokasi produksi senjata”, demikian pernyataan militer Israel.
Dalam pernyataan yang diunggah melalui Telegram seperti dilaporkan Al Jazeera, militer Israel menyebut gelombang serangan terbaru ini merupakan bagian dari “upaya besar untuk merusak program pengembangan senjata nuklir Iran”.
Namun, Iran membantah tudingan tersebut. Teheran menegaskan bahwa mereka tidak mengembangkan senjata nuklir, dan penilaian serupa juga telah disampaikan oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA) serta komunitas intelijen Amerika Serikat dalam laporan terbaru mereka.
Pernyataan militer Israel juga menyebut bahwa jet-jet tempurnya menyerang pabrik-pabrik yang terlibat dalam produksi “bahan baku dan komponen” untuk merakit rudal permukaan-ke-permukaan dan permukaan-ke-udara.
Sementara itu, kelompok Human Rights Activists yang berbasis di Washington, DC, menyatakan bahwa serangan-serangan Israel telah menewaskan setidaknya 585 orang di seluruh Iran dan melukai 1.326 lainnya.
Kelompok tersebut menyebut bahwa dari jumlah korban tewas yang telah diidentifikasi, 239 di antaranya merupakan warga sipil, sedangkan 126 lainnya adalah personel keamanan.
Iran sendiri tidak secara rutin mengumumkan jumlah korban jiwa selama konflik berlangsung. Pembaruan terakhir yang dirilis pemerintah pada Senin (16/6/2025) menyebutkan bahwa 224 orang telah tewas dan 1.277 lainnya luka-luka.
Human Rights Activists — yang juga pernah memberikan data korban secara rinci selama gelombang protes atas kematian Mahsa Amini pada 2022 — menyatakan bahwa mereka memverifikasi laporan-laporan lokal di Iran dengan jejaring sumber internal yang telah mereka bangun di dalam negeri.









