TinjauAds
Lintas BatasPilihan Redaksi

Tolak Difasilitasi Vatikan, Rusia Ingin Perundingan Tahap II Ukraina di Turki

Dibaca dalam waktu1 Menit, 33 Detik

TINJAU, Jakarta – Rusia mendukung Turki untuk menjadi tuan rumah perundingan damai dengan Ukraina tahap selanjutnya setelah pembicaraan pertama tidak menghasilkan kemajuan dalam upaya AS untuk menghentikan perang yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun.

“Kami berterima kasih kepada Turki atas kesiapannya untuk terus membantu perundingan dan penyelesaian perdamaian,” kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov pada Selasa (27/8/2025) setelah berdiskusi dengan mitranya dari Turki, Hakan Fidan, di Moskow.

Turki menjadi tuan rumah perundingan langsung pertama antara Rusia dan Ukraina sejak 2022 pada awal bulan ini di Istanbul. Dalam pertemuan tersebut, Moskow menolak menerima proposal AS untuk gencatan senjata selama 30 hari dan mengulangi tuntutan keras untuk mengakhiri invasi Rusia, yang kini memasuki tahun keempat.

Negara-negara Eropa dan AS mendukung gagasan Paus Leo XIV untuk mengadakan perundingan di Vatikan, tetapi Rusia menolak inisiatif tersebut.

Menurut Kremlin, Fidan juga bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Menlu Lavrov pada Senin.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Kantor berita Interfax melaporkan, Selasa, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova mengatakan bahwa Rusia saat ini masih mengerjakan rancangan nota kesepahaman untuk perjanjian damai dengan Ukraina.

Pada Minggu, Presiden AS Donald Trump mengungkapkan kekesalannya terhadap Putin atas terhentinya upaya untuk mengakhiri perang. Pemimpin AS itu mengatakan ia sedang mempertimbangkan sanksi baru bagi Rusia dan menyebut Putin “benar-benar GILA!” karena “membunuh banyak orang” dengan serangan pesawat nirawak dan rudal.

Kyiv mengatakan Rusia meluncurkan ratusan pesawat nirawak dan sembilan rudal jelajah ke sejumlah wilayah di Ukraina selama tiga hari berturut-turut hingga Senin. Ukraina mengatakan serangan tersebut menyebabkan orang-orang terluka dan infrastruktur sipil rusak.

Selama pertemuan pada Selasa, Menteri Luar Negeri Turki, Fidan mengatakan ia dan Lavrov juga membahas “beberapa kemunduran” dalam pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir di Turki selatan, tanpa memberikan rinciannya.

Perusahaan nuklir negara Rusia, Rosatom, saat ini sedang membangun Akkuyu, pembangkit listrik tenaga nuklir pertama di Turki, tetapi proyek ini telah ditunda beberapa kali.

Back to top button