
TINJAU, Jakarta – Turunnnya harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di Indonesia pada Mei 2025 dinilai merupakan dampak langsung dari situasi perang dagang yang menyebabkan anomali di pasar minyak dunia pada April.
Pengamat Ekonomi Energi dari Universitas Padjadjaran Yayan Satyakti mengatakan harga minyak dan gas bumi (migas) saat ini sangat dipengaruhi oleh perang tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang memicu trading halt pada aktivitas perdagangan internaisonal.
“Hal ini terlihat dari Baltic Dry Index yang terus meningkat karena aktivitas transportasi global yang wait and see, sehingga mengurangi international shipping yang menyebabkan perdagangan terdisrupsi secara signifikan,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (1/5/2025).
Akibat fenomena tersebut, Yayan menyebut harga minyak mentah acuan Brent turun antara 1%—2% pada April, sehingga harga BBM nonsubsidi pun ikut tergelincir.
Minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli naik 0,2% menjadi US$61,16 per barel pada pukul 8:30 pagi di Singapura hari ini. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman bulan Juni naik 0,1% menjadi US$58,26 per barel.
Pada awalnya, Yayan memperkirakan harga BBM RON 92 seperti Pertamax bahkan bisa turun ke Rp12.100—Rp12.250 per liter pada Mei dari Rp12.500 per liter pada bulan sebelumnya.
Akan tetapi, hari ini PT Pertamina (Persero) mengumumkan daftar terbaru harga BBM nonsubsidi, di mana Pertamax turun tipis menjadi Rp12.400 per liter pada Mei untuk kawasan Jakarta dan sekitarnya.
Sejumlah operator stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta, seperti Shell Indonesia dan BP-AKR juga turut menurunkan harga seluruh jenis BBM per Mei 2025, mengikuti jejak Pertamina.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Heppy Wulansari menjelaskan penurunan harga BBM nonsubsidi bulan ini menyesuaikan tren harga rata-rata publikasi minyak, yaitu Mean of Platts Singapore (MOPS) atau Argus, dan juga mempertimbangkan nilai tukar rupiah.
“Penurunan harga Pertamax Series dan Dex Series kami pastikan tetap paling kompetitif, dan kami lengkapi dengan beragam promo serta cashback menarik untuk pembelian BBM nonsubsidi di aplikasi MyPertamina,” ujar Heppy.
Berikut daftar harga BBM nonsubsidi di Indonesia per Mei 2025:
Pertamina
- Pertamax: Rp12.400/liter
- Pertamax Green: Rp13.150/liter
- Pertamax Turbo: Rp13.300/liter
- Dexlite: Rp13.350/liter
- Pertamina Dex: Rp13.750/liter
Shell
- Shell Super: Rp12.730/liter
- Shell V-Power: Rp13.170/liter
- Shell V-Power Nitro+: Rp13.360/liter
- Shell V-Power Diesel: Rp13.810/liter
BP-AKR
- BP 92: Rp12.600/liter
- BP Ultimate: Rp13.170/liter
- BP Ultimate Diesel: Rp13.810/liter









