
TINJAU, Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap potensi serangga hingga ulat menjadi menu makan bergizi gratis (MBG) tertentu di daerah. Bagaimana kandungan gizinya?
Dokter Spesialis Gizi Johannes Chandrawinata, SpGK mengatakan ulat sagu merupakan sumber protein, lemak & mikronutrien yang baik.
Menurut dokter Johannes, ulat sagu dapat dimakan hidup atau dimasak menjadi berbagai jenis hidangan. “100 gram ulat sagu mengandung 9,7 gram protein dan 21.5 gram lemak,”katanya, Senin (27/1).
“100 gram belalang mengandung 38 gram lemak dan 48 gram protein,” tambahnya.
Namun, dia menilai bahwa rencana tersebut perlu dikaji lebih lanjut. Pasalnya, tak semua orang menyukai makanan serangga. Terlebih ada kemungkinan redaksi alergi pada anak jika dikonsumsi.
“Jarang (efek samping) bisa ada reaksi alergi terhadap serangga, tentu bila alergi harus menghindari makanan penyebab,” ujarnya.
Sebelumnya, Kepala BGN Dadan Hindayana mencontohkan peluang serangga menjadi menu makan bergizi gratis (MBG). Dia menyebutkan daerah yang masyarakatnya sudah terbiasa mengkonsumsi belalang hingga ulat.
Menurut Dadan, pada sebagian daerah Gunung Kidul yang mengkonsumsi belalang dan kepompong ulat jati. “Sebagian Papua yang mengkonsumsi, ulat sagu, bisa jadi bagian protein,” imbuh Dadan.
Ia mengatakan akan memfasilitasi jika nanti ada permintaan khusus soal serangga hingga ulat dari masyarakat lokal untuk menjadi bagian menu Makan Bergizi Gratis (MBG) khusus daerahnya.









