Presiden Trump Dilantik, Berikut Kebijakan Ekonomi hingga Energinya

TINJAU, Jakarta – Presiden AS Donald Trump tidak menunggu lama untuk mengumumkan langkah-langkah yang akan diambil guna melaksanakan banyak janji kampanyenya, termasuk dalam bidang imigrasi, energi, militer, dan pegawai federal. Banyak dari kebijakan tersebut ia anggap sebagai pembalikan dari kebijakan pendahulunya, Joe Biden.
“Kami akan segera memulihkan integritas, kompetensi, dan loyalitas pemerintahan Amerika,” ujar Trump dalam pidato pelantikannya pada Senin (20/01/2025).
Trump mengatakan bahwa ia akan menandatangani sekitar 100 perintah eksekutif, dan Gedung Putih pada Senin berjanji akan mengeluarkan “serangkaian tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya” untuk membatalkan perintah-perintah yang dikeluarkan oleh Biden.
“Dengan langkah-langkah ini, kami akan memulai pemulihan total Amerika, dan revolusi akal sehat,” kata Trump.
Diperkirakan banyak dari perintah Trump akan ditentang di pengadilan. Namun, yang menarik adalah pada hari pertama kembali menjabat,hanya sedikit tanda-tanda bahwa ia akan segera mengambil tindakan untuk mengenakan tarif pada China, yang merupakan komponen utama dari kebijakan ekonominya.
Trump akan meminta badan-badan federal untuk mempelajari kebijakan tarif dan hubungan perdagangan AS dengan China, Kanada, dan Meksiko. Dalam pernyataannya, ia menyatakan bahwa ia akan segera memulai perombakan sistem perdagangan untuk melindungi pekerja dan keluarga Amerika. Trump juga mengumumkan pendirian Layanan Pajak Eksternal untuk mengumpulkan tarif dan menyatakan bahwa negara asing akan dikenakan tarif dan pajak untuk memperkaya warga negara AS.
Trump mengarahkan kabinetnya untuk mengatasi inflasi yang tinggi dan menurunkan biaya hidup, dengan Gedung Putih mengumumkan bahwa semua departemen akan mengambil langkah-langkah darurat untuk mengurangi biaya hidup.
Terkait imigrasi, Trump berencana untuk menandatangani 10 perintah eksekutif yang akan mengubah kebijakan perbatasan secara signifikan. Ia berencana mendeklarasikan keadaan darurat nasional di perbatasan selatan dan mengerahkan pasukan bersenjata untuk memperkuat keamanan. Trump juga berencana untuk menyelesaikan pembangunan tembok perbatasan, memulai proses deportasi jutaan imigran ilegal, dan mengakhiri kewarganegaraan otomatis bagi anak-anak imigran ilegal. Selain itu, ia berencana menangguhkan pemukiman pengungsi selama enam bulan dan menghidupkan kembali kebijakan “Tetap di Meksiko” serta memberlakukan hukuman mati bagi imigran ilegal yang melukai atau membunuh warga negara AS. Trump juga berencana menetapkan geng MS-13 dan Tren de Aragua sebagai organisasi teroris asing, serta mengambil langkah-langkah terhadap kartel Meksiko.
Di bidang energi dan iklim, Trump akan menggunakan kekuatan darurat untuk meningkatkan produksi energi domestik, membatalkan kebijakan perubahan iklim era Biden, dan membuka lebih banyak wilayah untuk eksplorasi minyak dan gas. Ia juga berencana mengisi kembali Cadangan Minyak Strategis AS dan mengekspor energi ke seluruh dunia. Trump akan membatalkan beberapa aturan efisiensi dan menghentikan penyewaan area untuk pembangkit listrik angin besar. Ia juga berencana mencabut mandat kendaraan listrik dan menarik AS keluar dari Perjanjian Paris 2015.
Terkait isu gender dan budaya, Trump akan menjadikan kebijakan resmi AS bahwa hanya ada dua jenis kelamin, laki-laki dan perempuan. Ia juga berencana mengakhiri upaya keberagaman, kesetaraan, dan inklusi di pemerintahan federal dan militer, serta menghentikan teori politik radikal dan eksperimen sosial di militer. Selain itu, Trump berencana untuk mempekerjakan kembali anggota militer yang dipecat karena menolak vaksinasi Covid-19 dan mengembalikan Kanal Panama ke AS.
Di bidang pegawai federal, Trump berencana memerintahkan pegawai kembali bekerja di kantor dan membekukan perekrutan kecuali di bidang-bidang esensial. Ia juga memberi sinyal bahwa beberapa tindakan terkait insiden 6 Januari 2021 sedang disiapkan.









