TinjauAds
Pilihan Redaksi

Usai Mary Jane, Prabowo Setuju Pulangkan 5 Napi Narkoba Bali Nine ke Australia

Dibaca dalam waktu1 Menit, 26 Detik

TINJAU, Jakarta – Indonesia setuju untuk bertukar tahanan para pelaku penyelundupan narkoba Bali Nine dengan Australia. Pemerintah Indonesia akan memulangkan lima anggota tersisa yang kini menjalani hukuman seumur hidup.

Sebaliknya, Indonesia juga akan melakukan upaya memulangkan warga negaranya (WNI) yang ditahan di Australia.

Melansir Reuters, Minggu (24/11/2024), Asisten Bendahara Australia Stephen Jones mengatakan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese membahas masalah tahanan selama pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto dalam sela-sela acara KTT APEC di Peru.

Pada awal minggu ini, Indonesia telah mengonfimasi bahwa Mary Jane Veloso, wanita Filipina yang dijatuhi hukuman mati karena perdagangan narkoba dalam kasus terpisah, diizinkan untuk kembali ke negara asalnya sambil menjalani sisa hukumannya.

Mary adalah satu-satunya di antara sekelompok terpidana mati yang menerima penangguhan hukuman mati pada menit terakhir tahun 2015 setelah pejabat Filipina meminta Indonesia untuk mengizinkannya bersaksi melawan anggota jaringan penyelundupan manusia dan narkoba.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Sisanya, termasuk dua pemimpin kelompok Bali Nine, dieksekusi oleh penembak.

“Itu kewenangan Presiden, tapi pada prinsipnya Presiden sudah setuju atas dasar kemanusiaan,” kata Menteri Hukum Supratman Andi Agtas kepada Reuters.

Indonesia sendiri belum memiliki prosedur pasti mengenai pemindahan tahanan internasional. Akan tetapi, masalah tersebut akan ditangani segera.

“Hal ini penting untuk menjaga hubungan baik dengan negara sahabat. Namun, ini juga demi kepentingan kita karena kita memiliki tahanan di luar negeri,” ungkap Supratman.

Bali Nine adalah sekelompok warga negara Australia yang ditangkap pada tahun 2005 karena mencoba menyelundupkan heroin keluar dari Indonesia.

Salah satu dari sembilan orang tersebut telah dibebaskan dari penjara pada tahun 2018. Sementara seorang lainnya meninggal karena kanker pada tahun yang sama.

Eksekusi terhadap dua pemimpin kelompok tersebut, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, pada tahun 2015 menyebabkan keretakan hubungan diplomatik antara Australia dan Indonesia. Australia menarik duta besarnya sebagai bentuk protes.

Back to top button