Jokowi Endorse Kandidat KIM Plus di Jateng dan Jakarta, Pengamat Ragu Signifikan

TINJAU, Jakarta – Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) mulai turun gunung membantu sejumlah jagoan KIM Plus pada Pilkada Serentak 2024.
Dia turut dalam kampanye pasangan calon Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maimoen di Pilkada Jawa Tengah, akhir pekan lalu. Dia kemudian pergi ke Jakarta untuk ikut dalam sejumlah kegiatan kampanye Ridwan Kamil-Suswono di Pilkada DKI Jakarta.
Jokowi mulai terlibat secara langsung dan terbuka sekitar satu pekan sebelum pemungutan suara yang akan berlangsung serentak, Rabu depan (27/11/2024). Di sisi lain, elektabilitas dua jagoan KIM Plus tersebut juga cenderung stagnan dan mulai tersalip pesaingnya.
“Apakah akan berpengaruh pada elektabilitas dengan dukungan [Jokowi] tersebut? Saya menduga tidak akan effektif,” kata Pengamat Politik dari BRIN, Lili Romli saat dihubungi, Selasa (19/11/2024).
“Publik sudah cerdas dan otonom, terutama utk Jakarta. Mereka memilih bukan karena endorsemen tersebut.”
Menurut dia, Jokowi memang tak melakukan pelanggaran apa pun dengan ikut kampanye pasangan calon dari KIM Plus. Seperti warga negara dan mantan presiden lainnya, mantan Wali Kota Solo tersebut memiliki hak untuk menunjukkan pilihan politiknya.
“Tidak ada yang dilanggar, baik secara etik mau pun hukum,” ujar dia.
Akan tetapi, Lili tetap memberikan catatan kritis tentang keterlibatan Jokowi dalam kampanye di Pilkada Serentak. Sebagai presiden yang baru purna tugas, menurut dia, Jokowi masih memiliki banyak mantan anak buah aktif atau loyalis di pemerintahan.
Dia menyoroti netralitas sejumlah lembaga dan kelompok pemerintahan yang mungkin berpotensi berpihak usai Jokowi memberikan endorse terhadap Ahmad Luthfi dan Ridwan Kamil.
“Untuk itu perlu ada pengawalan dan pengawasan; jangan sampai TNI dan Polri tidak netral. Apalagi, sekarang MK memutuskan [ketidaknetralan TNI dan Polri pada Pilkada] sebagai pelanggaran pidana,” ujar Lili.









