
TINJAU, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia mempertemukan dua ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) yang selama ini berseteru yaitu Arsjad Rasyid dan Anindya Bakrie.
Dualisme pada Kadin muncul usai bergulirnya Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) yang memilih Anindya sebagai ketua umum untuk periode 2024-2026, Sabtu (14/9/2024). Munaslub tersebut sekaligus menggoyang kepemimpinan Arsjad Rasyid yang menjabat ketua umum Kadin periode 2021-2026.
“Hari ini saya bertemu dengan dua sahabat saya, pak Arsjad dan pak Anin. Dan, dua-duanya sudah insaf untuk menjalankan organisasi [Kadin] yang baik,” kata Bahlil dalam unggahannya di Instagram, Jumat (27/9/2024).
“Mereka berdua sudah paten, sudah kami ketemu, sudah saling memaafkan.”
Menurut Bahlil, Arsjad dan Anindya adalah dua orang sahabat. Namun keduanya terlibat dalam perselisihan dualisme karena adanya sejumlah kepentingan. Munaslub Anindya sendiri kabarnya lahir sebagai kekecewaan atas Arsjad yang sempat menjadi ketua tim pemenangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD. Kadin dinilai harus dipimpin sosok yang berada pada pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Anindya sendiri adalah pengusaha yang ayahnya mantan Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie. Golkar adalah partai pengusung Koalisi Indonesia Maju (KIM) yaitu Prabowo-Gibran.
“Mereka berdua ini sahabat sebenarnya, tapi ada yang tukang goreng,” kata Bahlil.
Arsjad mengatakan, pertemuan ketiganya adalah mencari jalan atau solusi atas masalah dualisme Kadin yang terjadi. Meski tak gamblang, dia mengatakan Kadin saat ini kembali menjadi satu organisasi. Namun tak jelas apakah ketua umum Arsjad atau Anindya.
“Yang lebih besar itu memastikan kadin itu satu,” kata Arsjad
Anindya pun mengklaim berpihak pada perkembangan Kadin. Seperti Arsjad, dia pun tak menjelaskan lebih detil kepengurusan mana yang saat ini definitif pada Kamar Dagang Indonesia.
“Mudah-mudahan kadin semakin maju, apa yang sudah kita lakukan itu sudah baik. Tapi ke depannya, bertiga, kita buat lebih baik lagi,” kata Anindya.









