Prabowo Akan Rombak Struktur Kementerian BUMN

TINJAU, Jakarta – Presiden Terpilih Prabowo Subianto memberikan sinyal akan merombak struktur Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Hal tersebut diketahui berdasarkan pernyataan Dewan Penasehat Tim Ekonomi Pemerintahan Prabowo-Gibran, Burhanunddin Abdullah dalam sebuah sesi diskusi di Jakarta pada Rabu (25/9/2024) kemarin.
Burhanuddin mengatakan, perombakan tersebut menyusul rencana pemerintahan Prabowo yang akan memaksimalkan penerimaan negara melalui perusahaan pelat merah, terutama yang beraset jumbo.
“Kementerian BUMN dilakukan perombakan melalui transformasi kelembagaan. BUMN ini [kalau] kita kumpul, jumlahnya hampir US$1 triliun, 60% dari PDB [Produk Domestik Bruto],” ujar Burhanuddin.
“Tetapi sumbangannya memang harus kita perbaiki, tingkatkan dan harus ada tranformasi bisnis sttruktural.”
Berdasarkan laporan keuangan gabungan BUMN hingga akhir periode 2023, nilai kapitalisasi aset milik seluruh perusahaan BUMN mencapai Rp10.402 triliun, yang mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya, sebesar Rp9.788,6 triliun.
Perinciannya, posisi aset lancar menyumbang sebesar Rp1.547 triliun, aset tidak lancar sebesar Rp4.185,7 triliun, serta spesifik aset lenbaga keuangan dan aset investasi surat berharga sebesar Rp4.668,7 triliun.
BUMN yang menjadi kontribusi terbesar dalam menyumbang aset yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebesar Rp2.174,2 triliun per akhir Desember 2023, di susul dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebesar Rp1.865,6 triliun.
Sementar itu, diposisi ketiga ada PT Bank Negara Indonesia Tbk senilai Rp1.029,8 triliun, diikuti PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) dan PT Pertamina (Persro) yang masing-masing berada di posisi empat dan lima sebesar Rp1.670,6 triliun dan Rp1.404,7 triliun.









