TinjauAds
InspirasiPilihan Redaksi

Renungan Kristen Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus: Yesus Terangkat ke Sorga dan Kita Bersukacita

Dibaca dalam waktu4 Menit, 50 Detik

TINJAU.ID – 9 Mei 2024. Hari Raya Yesus Terangkat Ke Surga.

Nas Epistel : Mazmur 47 : 6 – 10

Oleh: Pdt. Herwin P. Simarmata, M.Th. – Kepala Biro Kategorial Ama dan Lansia Kantor Pusat HKBP, Pearaja-Tarutung 

 ***

Ibu, Bapak, Saudara-saudari para pembaca dan pendengar aplikasi Marturia HKBP yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Dalam hari yang penuh dengan sukacita ini, yakni dalam hari Peringatan Kenaikan Yesus ke sorga, nas Epistel Mazmur 47:6-10 ini, merupakan sebuah ajakan pemazmur kepada seluruh orang percaya agar memuji dan memuliakan nama Allah, bertepuk tangan serta mengelu-elukan Allah dengan sorak sorai (lih. ay. 2). Tentu, memuji dan memuliakan nama Allah adalah suatu ekspresi iman atas segala perbuatan Tuhan yang ajaib dalam hidup orang percaya. Namun lebih dari itu, perikop ini merupakan sebuah Mazmur yang disebut sebagai Mazmur ”Tuhan-Raja” sebab isinya banyak menceritakan tentang keagungan dan kemuliaan Tuhan sebagai Raja, Yang Mahatinggi, Penguasa atas seluruh bumi. Mazmur ini menggambarkan tentang kuasa Allah yang mengatasi segala kuasa para raja dan penguasa yang ada di dunia ini. Kuasa Allah yang besar dan dahsyat inilah yang menjadi pusat iman orang percaya agar senantiasa percaya dan mempercayakan kehidupannya ke dalam tangan Allah yang Mahakuasa.

Secara khusus, khotbah ini menggambarkan tentang kuasa Allah, Sang Raja yang Mahamulia itu, telah naik dengan diiringi sorak-sorai, juga diiringi dengan bunyi sangkakala (ay. 6). Pernyataan ini menggambarkan tindakan Allah yang telah naik, kembali ke takhta kebesaranNya di sorga dan memerintah sebagai Raja atas seluruh bumi dan atas bangsa-bangsa (ay. 8-9). Para penafsir menjelaskan penggambaran Allah yang telah naik ke sorga dalam Mazmur 47:6 ini telah digenapi melalui kenaikan Yesus ke sorga (band. nas Lukas 24:44-53, sebagai Evangelium pada Peringatan Yesus Kristus ke sorga) yang disaksikan oleh para muridNya. Para murid bersukacita dan memuji serta memuliakan Allah, sebab mereka mengimani bahwa kenaikan Yesus ke sorga adalah menyediakan tempat bagi orang percaya, yaitu kehidupan yang kekal bersama Tuhan Yesus (band. Yohanes 14:2, ”Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu”). Perjanjian Lama (PL) mencatat penampakan sukacita yang ditunjukkan dalam mengiringi kenaikan Allah ke sorga, dimana kenaikan Allah ke sorga diiringi oleh sorak-sorai dan bunyi sangkakala, sebagai ekspresi mengelu-elukan Allah sebagai Raja atas seluruh bumi. Demikian juga halnya dalam Perjanjian Baru, kenaikan Yesus ke surga berdampak pada transformasi dalam diri para muridNya, dimana mereka pulang ke tempat meraka dengan penuh sukacita, senantiasa berada dalam Bait Allah untuk memuji dan memuliakan Allah (Luk 24:52-53).

Satu hal yang menjadi kepastian iman kita adalah bahwa kenaikan Yesus ke sorga telah dinubuatkan jauh sebelum peristiwa kenaikanNya itu. Dalam Perjanjian Lama, khususnya kita melihat dalam Mazmur 110:1, dikatakan ”Mazmur Daud. Demikianlah firman TUHAN kepada tuanku: “Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu”. Pernyataan ini telah digenapi Yesus melalui peristiwa kematian, kebangkitan dan terutama kenaikanNya ke sorga; sebagaimana digemakan dalam khotbah Petrus yang telah menerima pencurahan Roh Kudus, dengan sangat berapi-api dia mengkhotbahkan Yesus yang mati, bangkit dan ditinggikan oleh tangan kanan Allah (Kis 2:32). Selanjutnya dalam ayat 34-35, dengan penuh keyakinan iman Petrus berkata: ”Sebab bukan Daud yang naik ke sorga, malahan Daud sendiri berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuh-Mu menjadi tumpuan kaki-Mu”. Dengan pernyataan ini Petrus mengarahkan kesaksian para pemazmur dalam Perjanjian Lama menuju dan berpuncak pada Yesus Kristus, sebagai penggenapan seluruh isi Kitab Suci; dimana klimaks pernyataan itu terletak pada kesimpulan tegas: ”Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus” (Kis 2:36).

Ibu, Bapak, Saudara-saudari para pembaca dan pendengar aplikasi Marturia HKBP yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus.

Khotbah ini mengajak kita semua merenungkan peristiwa kenaikan Yesus sebagai peristiwa besar dalam hidup kerohanian kita sebagai pengikut Yesus Kristus. Peristiwa kenaikan Yesus ke sorga sebagai penggenapan dari nubuatan PL menunjukkan Allah yang setia dan menepati janjiNya untuk menyelamatkan seisi dunia ini. Allah yang Mahakuasa, Raja atas seluruh bumi dan seluruh ciptaanNya itu telah naik ke sorga, takhtaNya yang mulia itu. Demikianlah Yesus Kristus, Allah yang menjadi manusia itu, telah naik ke sorga, kembali ke takhtaNya yang agung dan mulia itu, terlebih lagi menyediakan tempat yang kekal di sorga bagi orang yang percaya padaNya. Inilah yang menjadi sukacita bagi kita para pengikut Yesus, bukan hanya pada zaman para rasul atau murid Tuhan Yesus pada masa awal kekristenan bertumbuh di abad pertama, namun terlebih kita yang hidup di era digital sekarang ini. Di era yang ditandai dengan perubahan yang sangat cepat di masa ini membuka berbagai peluang manusia dalam menemukan berbagai teknologi yang membantu memudahkan segala pekerjaan manusia. Namun perubahan yang sangat cepat itu seringkali menyebabkan manusia jatuh dalam kesombongan dan pengagungan diri sendiri sehingga menjadi jauh dari Tuhan bahkan menyangkali kuasa Tuhan atau atheis. Khotbah ini mengajak kita semua untuk kembali menyadari dan mengimani kuasa Tuhan yang melampaui segala kuasa yang ada di dunia ini, sebab Dialah Raja yang memerintah atas seluruh bumi, termasuk atas bangsa-bangsa di dunia ini. Pada akhirnya seluruh bangsa akan berkumpul sebagai umat Allah Abraham dan memuji serta memuliakan Allah (band. ay. 10). Tugas kita sebagai orang percaya, sebagai saksi-saksi Kristus yang setia, adalah memberitakan kabar baik yakni keselamatan yang disediakan Allah bagi setiap orang yang percaya kepada Yesus Kristus, yang telah naik ke sorga, bertakhta dan memerintah dunia ini; sebagaimana kesaksian rasul Paulus tentang Yesus: ”Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa! (Flp 2:9-11).

Amin.

Sumber: HKBP

Back to top button