TinjauAds
Pilihan RedaksiRegula

Soal Kosongnya Posisi Wamenaker, Istana: Belum Tentu Reshuffle

Dibaca dalam waktu1 Menit, 17 Detik

TINJAU, Jakarta – Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Presiden Prabowo Subianto belum tentu melakukan perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih.

Pernyataan ini dilontarkan meski Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer terjerat operasi tangkap tangan (OTT) dalam dugaan korupsi pemerasan pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan.

Menurutnya, Kepala Negara masih akan menunggu hasil dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Terlebih lembaga antirasuah punya waktu 1×24 jam untuk memberikan penjelasan lengkap tentang kasus dan peran-peran dalam operasi tersebut.

“Sekali lagi kalau memang kemudian terbukti ya kita akan segera melakukan proses terhadap yang bersangkutan. Bahwa kemudian itu apakah akan terjadi pergantian yang itu diistilahkan reshuffle? Belum tentu, tunggu dulu,” ujar Prasetyo kepada awak media, Kamis (21/08/2025).

Alih-alih melakukan perombakan, Prasetyo mengatakan, Prabowo berpotensi untuk menunjuk penjabat sementara atau ad interim hingga memberikan penugasan khusus untuk posisi wakil menteri ketenagakerjaan.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

“Mekanismenya ada. Jadi pertanyaan jangan langsung kemudian apakah akan diganti. Nanti kita lihat ini,” ujarnya.

Hingga saat ini, KPK telah mengamankan 14 orang dalam OTT yang berlangsung sejak kemarin, Rabu (20/08/2025) malam.

Kasus ini menambah panjang praktek korupsi yang terjadi di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan. KPK sendiri sebenarnya masih dalam proses penyidikan terhadap kasus korupsi berupa pemerasan pada proses pengajuan izin tenaga kerja asing (TKA).

Dalam kasus ini, KPK telah menangkap dan menahan delapan pegawai dan mantan pegawai Kemnaker yang memaksa pemohon izin rencana penggunakan tenaga kerja asing (RPTKA) untuk membayar sejumlah uang. Praktik lancung ini bahkan berpotensi panjang karena uangnya turut mengalir ke 85 pegawai Kemnaker hingga sejumlah staf khusus mantan menteri ketenagakerjaan.

Back to top button