TinjauAds
Pilihan RedaksiRegula

Supremasi Hak di Belanda: Seperlima Penduduk Mengaku LGBTQIA

Dibaca dalam waktu1 Menit, 16 Detik

TINJAU, Amsterdam – Survei resmi pemerintah mengungkap hampir seperlima penduduk Belanda mengidentifikasi diri sebagai lesbian, gay, biseksual, transgender, queer, interseks, dan aseksual (LGBTQIA). Laporan tersebut diterbitkan oleh badan statistik negara tersebut.

Ada 2,7 juta orang LGBTQIA di negara tersebut, yang setara dengan 18% penduduk berusia 15 tahun ke atas, kata CBS dalam sebuah laporan pada Jumat. Penelitian tersebut didasarkan pada survei terhadap lebih dari 182.000 penduduk.

Belanda dikenal sebagai negara yang menjadi pelopor dalam memajukan hak-hak LGBTQIA+, setelah mendekriminalisasi homoseksualitas pada 1971 dan menjadi negara pertama di dunia yang melegalkan pernikahan sesama jenis.

Kendati demikian, kondisi tersebut dinilai menurun usai akhir-akhir terjadi peningkatan intimidasi terhadap komunitas tersebut dan menurunnya tingkat penerimaan sesama jenis di kalangan pemuda.

Hanya 43% siswa sekolah menengah di Amsterdam yang menganggap wajar jika “dua orang dengan jenis kelamin yang sama saling jatuh cinta,” dengan angka tersebut menurun dari 63% pada tahun 2021, menurut sebuah studi yang diterbitkan oleh layanan kesehatan kota tahun ini.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Belanda akhir-akhir ini gagal menciptakan masyarakat yang lebih terbuka untuk semua orang, Robbert Dijkgraaf, mantan menteri pendidikan, budaya, dan sains dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg tahun lalu.

Dalam beberapa tahun terakhir, “kami juga telah melihat lebih banyak kekerasan, lebih banyak agresivitas baik itu pendukung sepak bola atau perusakan tugu peringatan,” katanya.

Orang-orang LGBTQIA di Belanda sebagian besar lebih muda dan cenderung tinggal di daerah yang sangat perkotaan, kata CBS. Mereka yang memiliki orientasi seksual bi-plus, atau orang yang tertarik pada lebih dari satu jenis kelamin, adalah kelompok terbesar, menurut laporan tersebut.

Back to top button