TinjauAds
Pilihan RedaksiRegula

Kejagung Segera Periksa Ahok Terkait Korupsi Minyak Mentah

Dibaca dalam waktu1 Menit, 44 Detik

TINJAU, Jakarta – Kejaksaan Agung (Kejagung) akan memeriksa mantan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahja Purnama alias Ahok, Kamis (13/3/2025).

Ahok akan diperiksa terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina (Persero), Sub Holding dan Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) periode 2018-2023.

“Rencananya besok [pemeriksaan Ahok],” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Harli Siregar, kepada awak media, Rabu (12/3/2025).

Hari belum merinci materi pemeriksaan yang akan ditanyakan penyidik kepada Ahok, dalam pemeriksaan yang dijadwalkan dilakukan pada pukul 10.00 WIB tersebut.

“[Rencana pemeriksaan] pagi pukul 10.00 WIB,” tegas Harli.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Berdasarkan informasi sementara, kasus yang dikenal karena terdapat praktik pengoplosan BBM jenis RON 92 atau pertamax tersebut terjadi pada periode 2018-2023.

Selama kurun tersebut, para pelaku mencampur BBM impor jenis RON 88 (premium) atau RON 90 (pertalite) dengan RON 92. BBM oplosan tersebut kemudian dipasarkan pada seluruh SPBU pertamina sebagai pertamax atau BBM nonsubsidi.

Tak hanya itu, para pelaku juga melakukan mark up biaya logistik pengiriman BBM impor hingga 13-15%. Dalam kasus ini, jaksa setidaknya mencatat terjadi kerugian negara hingga Rp193,7 triliun per tahun.

Kerugian negara tersebut terdiri dari kerugian dari ekpor minyak mentah dalam negeri Rp35 triliun; kerugian impor minyak mentah melalui broker Rp2,7 triliun; kerugian impor BBM melalui broker Rp9 triliun; kerugian kompensasi Rp126 triliun; dan kerugian pemberian subsidi Rp21 triliun.

Sehingga, jika diasumsikan angka kerugian negara tiap tahun tak berbeda jauh, maka selama periode lima tahun, kerugian negara dari kasus tersebut bisa menembus Rp900 triliun.

Daftar Tersangka Pengoplos Pertamax

  1. Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan;
  2. Direktur Utama PT Pertamina International Shipping Yoki Firnandi
  3. Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga Pertamina Patra Niaga, Maya Kusmaya
  4. Vice Presiden Trading Operation Pertamina Patra Niaga, Edward Corne.
  5. Direktur Feedstock and Product Optimalization PT Kilang Pertamina Internasional, Sani Dinar Saifuddin
  6. VP Feedstock Management PT Kilang Pertamina Internasional, Agus Purwono.
  7. Beneficial Owner PT Navigator Khatulistiwa, Muhammad Kerry Andrianto Riza
  8. Komisaris PT Navigator Khatulistiwa dan Komisaris PT Jenggala Maritim, Dimas Werhaspati
  9. Komisaris PT Jenggala Maritim dan PT Orbit Terminal Merak, Gading Ramadan Joede.

Back to top button