TinjauAds
Lintas BatasPolitik

AS Terpecah Gegara Israel, Pemerintahan Joe Biden Bimbang

Dibaca dalam waktu1 Menit, 5 Detik

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden saat ini menghadapi perpecahan internal terkait kebijakan Timur Tengah, terutama terkait serangan Israel ke Palestina.

Tinjau.id – Lebih dari 500 pejabat politik dan anggota staf pemerintahan mengkritik dukungan presiden terhadap Israel dalam perang di Gaza. Mereka mengecam pembunuhan warga Israel oleh Hamas pada 7 Oktober dan meminta Biden mengendalikan kampanye militer Israel di Gaza, di mana korban tewas sudah mencapai 11.300 orang.

Surat tersebut, ditujukan kepada Biden dan kabinetnya, menyerukan gencatan senjata, pembebasan para sandera, pemulihan layanan dasar, dan pengiriman bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.

[custom-related-posts title=”Baca Juga” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]

Kritik terhadap pendekatan Biden yang vokal terhadap hak Israel membela diri dianggap tidak efektif. Lebih dari 1.000 staf USAID menandatangani surat terbuka yang mengajak pemerintah membatasi jumlah korban warga sipil.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Beberapa staf Departemen Luar Negeri AS telah mengusulkan perubahan kebijakan melalui saluran resmi perbedaan pendapat. Menteri Luar Negeri Antony Blinken menanggapi serius perbedaan pendapat ini, dan diskusi telah dilakukan di misi luar negeri untuk mendapatkan umpan balik.

Pentagon memberikan nasihat kepada militer Israel tentang cara menargetkan Hamas sambil meminimalkan kerusakan.

Perbedaan pendapat ini, dipicu oleh komentar publik Biden, mencakup pendekatan zero-sum awalnya dan sikap skeptis terhadap jumlah korban di Gaza, yang menyebabkan frustrasi di seluruh pemerintahan AS.

Back to top button