TinjauAds
Politik

Golkar Larang Airin Gunakan Atribut Partai Selama Pilkada

Dibaca dalam waktu2 Menit, 18 Detik

TINJAU, Jakarta – Partai Golkar melarang kadernya Airin Rachmi Diany menggunakan atribut partai berlambang pohon beringin selama Pilkada Banten. Pada kontestasi politik tersebut, Airin memang berseberangan dengan keputusan Partai Golkar yang lebih memilih bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang mengusung Andra Soni-Dimyati Natakusumah.

“Golkar punya aturan bahwa yang bisa menggunakan atribut-atribut partai di dalam kampanye, di dalam sosialisasi itu adalah pasangan calon yang memang diberikan dukungannya secara formal,” kata Politikus Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia di Kompleks Parlemen, Senin (26/8/2024).

“Karena memang Golkar sudah memberikan dukungan resmi tadi malam diserahkan oleh [ketua umum] Bahlil Lahadalia dan DPP [Partai Golkar] itu ke Pak Andra Soni dan Pak Dimyati.”

Dia mengklaim, secara pribadi, telah memberikan pertimbangan kepada Bahlil untuk tak memberikan sanksi kepada Airin yang ngotot mengajukan diri pada Pilkada Banten. Dia menilai, mantan wali kota Tangerang Selatan tersebut tak melanggar aturan Partai Golkar sejauh tak memakai atribusi partai selama kampanye di Pilkada Banten.

Toh, kata dia, Airin seperti seluruh warga negara Indonesia memiliki hak untuk memilih dan dipilih pada sebuah kontestasi politik.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

“Ya tentu kita memberikan kesempatan juga kepada Ibu Airin yang memang secara syarat, secara kompetensi memenuhi untuk bisa calon di Banten,” ujar Doli.

Hal ini disampaikan meski ada potensi pencalonan Airin akan memecah suara Partai Golkar di Pilkada Banten. Bahkan, Airin berdasarkan sejumlah lembaga survei memiliki elektabilitas tinggi di wilayah tersebut dan berpotensi mengalahkan jagoan KIM Plus, Andra Soni-Dimyati Natakusumah.

“Kebersamaan kami dengan KIM ini lebih pada mengutamakan kepentingan kebersamaan yang lebih besar yaitu kepentingan bangsa dan negara,” tutur Doli.

Penyerahan surat dukungan Golkar kepada Andra-Dimyati diserahkan langsung oleh Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia dan disaksikan sejumlah pengurus DPP serta DPD Golkar Banten kemarin malam.

Dalam video yang beredar, Bahlil mengakui ada dinamika yang luar biasa di Banten terkait tarik-menarik rekomendasi pencalonan gubernur-wakil gubernur.

”Namun, saya yakin dan percaya jika Pak Andra memenangkan kompetisi, saya titip satu pesan saja, jangan hanya melihat Gerindra, tetapi juga melihat Golkar, tujuannya satu untuk menyejahterakan rakyat,” tutur Bahlil.

Diketahui, Andra merupakan kader Partai Gerindra, sedangkan Dimyati kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sebelum memperoleh dukungan dari Golkar, pasangan ini sudah memborong tiket pencalonan dari 10 partai politik. Kesepuluh partai itu selain Gerinda dan PKS adalah Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Garuda, dan Partai Prima.

Partai Golkar saat masih dipimpin Airlangga Hartarto memang berkukuh mengusung Airin di Pilkada Banten, seperti ngotot mengusung Ridwan Kamil di Pilkada Jawa Barat.

Keputusan berubah usai Airlangga lengser. Partai Golkar berkomitmen solid bersama KIM di seluruh pilkada strategis termasuk Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten. Ridwan Kamil diboyong ke Pilkada DKI Jakarta dan menempatkan Dedi Mulyadi di Pilkada Jawa Barat.

Sedangkan di Banten, Golkar membatalkan pencalonan Airin.

Back to top button