TinjauAds
Politik

Kominfo Jadi Komdigi, Menterinya Mantan Jurnalis Pernah Disandera di Irak

Dibaca dalam waktu3 Menit, 10 Detik

TINJAU, Jakarta – Meutya Hafid menyampaikan target capaian kerjanya usai dilantik oleh Presiden 2024-2029 Prabowo Subianto sebagai Menteri Komunikasi dan Digital di Kabinet Merah Putih.

Menurut mantan Ketua Komisi I DPR periode lalu itu, dalam waktu 100 hari masa kerja Kementerian Komunikasi dan Digital akan berfokus pada beberapa isu, diantaranya peningkatan keamanan di sistem Pusat Data Nasional (PDN).

“Memang yang paling banyak diharapkan masyarakat dimana mengamankan security PDNS kita, PDN kita,” kata Meutya usai jalani pelantikan di Istana Negara, Senin (21/10/2024).

Meutya Hafid
Mantan Jurnalis dan mantan Ketua Komisi I DPR, Meutya Hafid ditunjuk Prabowo menjadi Menteri Komunikasi dan Digital | Foto: Istimewa

Meutya Hafid menambahkan bahwa dalam waktu 100 hari pertama sebagai menteri, dia juga akan menaruh perhatian terhadap perkembangan judi online yang kerap menjadi permasalahan di masyarakat kalangan muda.

“Juga, bagaimana kita mengamankan anak-anak muda kita dari hal-hal yang buruk di internet, tentu jadi salah satu fokus,” ucapnya.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Selain menaruh perhatian terhadap judi online, Meutya juga menaruh fokusnya terhadap pinjaman uang(pinjol) ilegal yang dikatakan turunan dari tindak judi online.

Pemerataan internet pada wilayah-wilayah terluar Indonesia juga menjadi fokus yang akan dirinya kerjakan dalam 100 hari ke depan

“Tentu internet murah dan merata menjadi salah satu fokus juga. Kemarin itu kita sudah mencapai 98% kurang lebih jangkauan internet se Indonesia,” ucap dia.

“Memang ada beberapa daerah yang sudah terjangkau tapi internetnya masih masih amat pelan, jadi kita dorong nanti internet yang lebih merata dan juga lebih cepat,” tambah Meutya Hafid.

Sebelumnya, Meutya merupakan salah satu menteri yang dilantik oleh Presiden Prabowo hari ini (21/10/2024) di Istana Negara. Dengan ini, Meutya merupakan salah satu dari 53 menteri yang dilantik dalam Kabinet Merah Putih.

Meutya merupakan bekas jurnalis Metro TV, sepak terjangnya diakui. Pernah menjadi penyiar atau news anchor, pernah disandera di Irak saat bertugas dan dibebaskan oleh penyandera setelah seruan internasional yang dikumandangkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Selepas jurnalis, Meutya meniti karir politik dengan bergabung dengan Partai Golkar. Sebelum ditunjuk sebagai menteri, ia adalah Ketua Komisi I DPR yang membidangi politik dan juga komunikasi.

Kominfo Jadi Komdigi, Menteri Meutya Hafid Tambah 1 Fokus Kerja

Pemerintahan baru Presiden Terpilih Prabowo Subianto mengubah nama Kementerian Kominfo menjadi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), dengan fokus kerja tambahan dari Menteri Terpilih Meutya Viada Hafid atau Meutya Hafid yaitu menghadirkan internet ramah pada anak.

Meutya Hafid yang sebelumnya merupakan Ketua Komisi I DPR RI, mengatakan mendapat banyak masukan terkait Kementerian Lembaga yang sebelumnya dipimpin Budi Arie Setiadi itu.

“Karena saya perempuan, saya tambah tidak hanya dua, tapi juga bagaimana internet ramah anak, bagaimana anak-anak kita bisa terlindungi, human trafficking, pornografi anak, kekerasan anak. Itu juga akan menjadi fokus kita [Kementerian Komdigi] dalam pembenahan ulang digital,” jelas Meutya di kantor Komdigi, Jakarta, Senin (21/10/2024).

Tugas pokok dan fungsi kementerian yang dia pimpin yang masih akan dilanjutkan adalah bagaimana memerangi aktivitas ilegal judi online, pinjaman online (pinjol) ilegal, hingga keamanan digital, jelas Meutya.

“Kebetulan beliau [Presiden Prabowo] setelah saya sampaikan, kita tidak hanya memerangi judi online tapi internet yang ramah anak, yang melindungi anak,” jelas dia.

Sebagai pembantu presiden di Kabinet Merah Putih, Meutya mengaku siap menjalankan amanah yang dititipkan oleh Prabowo. 

“Kalau kita lihat dari pidato pertama beliau sebagai presiden kemarin tentang digitalisasi berbagai urusan pemerintahan, itu juga fokus beliau,” terang Meutya.

Dalam pidato perdana sebagai Presiden usai pengucapan Sumpah Jabatan, Prabowo menyingung beberapa isu diantaranya teknologi digital. Digitalisasi dapat bermanfaat oleh mengelola dan menyalurkan subsidi kepada masyarakat yang kurang mampu.

“Dengan teknologi digital, kita akan mampu sampai subsidi itu sampai ke setiap keluarga yang membutuhkan. Tidak boleh aliran-aliran bantuan itu tidak sampai ke mereka yang butuh itu,” jelas dia.

Digitalisasi juga menjadi kunci memberantas korupsi, karena akan hadir perbaikan sistem. “Dengan digitalisasi insyaallah kita akan kurangi korupsi secara signifikan ,” tegas Prabowo.

Back to top button