TinjauAds
HeadlineLintas Batas

Perang di Lebanon, Kemenlu RI Evakuasi WNI

Dibaca dalam waktu1 Menit, 22 Detik

TINJAU, Jakarta – Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Roy Soemirat menyatakan bahwa proses evakuasi warga negara Indonesia (WNI) di Lebanon tengah berlangsung. Pemulangan WNI ini merupakan perintah langsung Presiden Jokowi kepada Menlu RI Retno Marsudi.

“Keselamatan WNI terus menjadi perhatian utama Pemerintah RI. ⁠Terkait hal ini, proses evakuasi WNI dari Lebanon sedang berlangsung,” ujar Roy melalui pernyataan tertulisnya, Rabu (2/10/2024).

Roy tidak membeberkan waktu pasti upaya evakuasi WNI di Lebanon dimulai. Berdasarkan data sementara, jumlah WNI di Lebanon saat ini sebanyak 157 orang. Jumlah ini belum termasuk anggota TNI yang menjadi pasukan penjaga perdamaian di misi UNIFIL.

Dia menambahkan, saat ini seluruh KBRI di kawasan Timur Tengah terus menjalin komunikasi dengan seluruh WNI setempat untuk mempermudah dan memastikan kondisi mereka di wilayah tersebut.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memerintahkan Kemlu RI untuk segera memulangkan WNI di Lebanon. Hal ini disampaikan usai terjadi peningkatan eskalasi perang antara Israel dan Iran di kawasan tersebut.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

“Bu Menteri (Retno Marsudi) sudah saya perintahkan untuk menindaklanjuti apa yang sudah saya sampaikan, agar keselamatan perlindungan terhadap warga kita dinomorsatukan dan evakuasi disegerakan,” kata Jokowi dikutip dari Sekretariat Presiden, Rabu (2/10/2024).

Kondisi konflik di Timur Tengah semakin memanas dalam beberapa waktu terakhir. Israel melancarkan sejumlah serangan tak hanya di kawasan Palestina, Gaza dalam perang melawan kelompok Hamas.

Tentara Israel pun melancarkan serangan ke sejumlah kelompok yang didukung Iran dengan tuduhan mengancam negara tersebut. Kelompok tersebut termasuk Hizbullah di Lebanon dan Houthi di Yaman.

Iran dan Hizbullah pun telah bersiap melakukan perlawanan terhadap Israel usai tewasnya pemimpin Hizbullah, Sayyed Hassan Nasrallah, dalam serangan udara yang dilancarkan militer Israel di Beirut pada Jumat (27/09/2024) lalu.

Back to top button