Selamat Hari Bahasa Isyarat, Perjuangkan Kesetaraan

TINJAU, Jakarta – Momen peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional (HBII) dimanfaatkan untuk memperjuangkan hak bahasa isyarat. HBII diperingati setiap 23 September, yang tahun ini mengusung tema ‘Tunjukkan Isyaratmu! Dukung Bahasa Isyarat’.
Memeriahi HBII, Pusat Bahasa Isyarat Indonesia (Pusbisindo) menggelar seminar yang diikuti para pengguna bahasa isyarat yang sebagian besar dari kalangan tuna rungu wicara.
Perwakilan Pusbisindo Kusumo Yoga Prawira berharap tema yang dipilih tahun ini dapat mendorong teman-teman tuli lebih percaya diri untuk menggunakan bahasa isyarat. Kusumo menyebutkan, HBII sangat penting agar pengguna bahasa isyarat tidak berkurang.
“Menyadarkan dan memperkuatnya dengan bahasa isyarat, supaya banyak orang-orang sadar juga kuat, bahwa bahasa isyarat ini penting sekali. Jangan sampai pengguna bahasa isyarat jumlahnya berkurang,” tutur Kusumo yang ditemui di Grab Excellence, Cilandak, Sabtu (28/9/2024).
Sementara itu, Davi selaku ketua panitia Seminar Pusbisindo juta mengungkapkan harapannya agar tidak hanya teman tuli yang menggunakan bahasa isyarat. Namun, orang dengar juga dapat mempelajari bahasa isyarat dan menggunakannya.
“Isyaratnya ditunjukkan. Tunjukkan isyaratmu dukung hak bahasa isyarat. Sebetulnya tujuannya agar orang orang ayo orang-orang dengar belajar bahasa isyarat,” ujar Davi.
Ia memberi contoh salah satunya adalah di berita televisi harus ada Juru Bahasa Isyarat (JBI). Davi menyebut JBI ini sangat penting agar teman tuli tidak tertinggal dalam mendapatkan informasi.
Davi juga berharap agar dapat mengadvokasikan bahasa isyarat. Menurutnya, sumber daya alam (SDM) dari teman tuli pun diharapkan terus bertambah.
“Jadi berharapnya bisa ada akses-akses itu. Juga bisa untuk SDM tuli bisa juga harus semakin berkembang juga,” pungkasnya.









