TinjauAds
HabitusPilihan Redaksi

Keprihatinan Ekonomi, CORE: 40% Gen Z dan Milenial Gagal Bayar Pinjol

Dibaca dalam waktu1 Menit, 33 Detik

TINJAU, Jakarta – Direktur Riset Bidang Keuangan Center of Reform of Economics (CORE) Indonesia Etikah Karyani mengatakan hampir 40% Generasi Z (Gen Z) dan Milenial mengalami gagal bayar pinjaman daring (pindar) atau yang acapkali disebut pinjaman online (pinjol). 

Etika mengatakan masyarakat dari dua generasi tersebut yang mengalami gagal bayar berada dalam rentang usia 19-34 tahun. Menurut Etika, hal itu terjadi karena gaya hidup, kemudahan teknologi dan minimnya literasi keuangan. 

“Hampir 40% Gen Z mengalami gagal bayar pindar berusia 19-34 tahun,” ujar Etika dalam agenda CORE Indonesia Outlook Ekonomi Sektoral 2025, Selasa (21/1/2025). 

Di lain sisi, Etika juga menyoroti adanya kasus gagal bayar yang menimpa beberapa platform terkemuka seperti Investree, TaniFund dan KoinP2P. Selain itu, per Mei 2024, 15 dari 100 penyelenggara pinjol atau Fintech Peer to Peer lending (Fintech P2P Lending) memiliki non-performing loan (NPL) di atas 5% atau di atas ketentuan. 

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjelaskan porsi TWP90 untuk Gen Z dan Milenial adalah 37,17% yang mengalami kredit macet pinjol per Juni 2024. 

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Adapun TWP90 adalah tingkat risiko kredit macet secara agregat atau wanprestasi atau kelalaian penyelesaian kewajiban di atas 90 hari sejak tanggal jatuh tempo.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan lembaga jasa keuangan lainnya OJK Agusman mengatakan pihaknya menyiapkan langkah mitigasi terhadap hal ini, yang terbaru, Fintech P2P Lending diminta untuk membuat peringatan.

“Diminta membuat pernyataan peringatan kepada konsumen pada laman utama web dan app-nya. Bunyinya, ‘hati-hati transaksi ini berisiko tinggi, anda dapat saja mengalami kerugian atau kehilangan uang, dengan berutang jika tidak memiliki kemampuan bayar. Pertimbangkan secara bijak sebelum bertransaksi’,” kata Agusman dalam Konferensi Pers Rapat DK Bulanan OJK Agustus 2024, Jumat (6/9/2024).

OJK melaporkan, per November 2024, outstanding pembiayaan Fintech P2P Lending tumbuh 27,32% secara tahunan (year on year) menjadi Rp75,6 triliun. Sementara, TWP90 adalah 2,32%

Back to top button