
TINJAU, Jakarta – Jumlah korban meninggal dunia akibat banjir di sejumlah titik di Provinsi Bali kembali bertambah menjadi 18 orang dan dua lainnya masih dinyatakan hilang, menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Sabtu (13/9/2025).
“Bencana ini menimbulkan duka mendalam dengan 18 orang meninggal dunia, dua orang masih dalam pencarian. Korban hilang masih terus dicari oleh BASARNAS,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangannya.
Selain itu, berdasarkan data BNPB juga menyebutkan 659 jiwa terdampak banjir dan 185 jiwa telah mengungsi. Pemerintah Provinsi Bali memastikan masa tanggap darurat yang berlaku hingga 17 September 2025 akan difokuskan untuk pemulihan awal.
Situasi terkini mulai menunjukkan pemulihan. Sejumlah genangan air di beberapa titik di Kota Denpasar dan wilayah sekitarnya mulai surut, sehingga akses jalan utama perlahan kembali terbuka.
Tim gabungan BPBD, TNI, Polri, dan relawan terus bergerak cepat membersihkan puing, memperbaiki fasilitas rusak, serta mengevakuasi warga yang masih terjebak.
“Bantuan logistik dari BNPB telah tersalurkan ke posko-posko pengungsian, mulai dari kebutuhan pokok, selimut, pakaian, hingga perlengkapan sekolah darurat,” ungkapnya.
Warga yang sebelumnya terisolasi kini mulai mendapatkan pasokan bantuan dengan lebih lancar. Di beberapa wilayah, perahu karet yang semula digunakan untuk evakuasi, kini lebih difokuskan untuk distribusi bantuan.
Pada masa pemulihan pasca banjir, PT PLN (Persero) melakukan proses penormalan jaringan listrik di Bali. Direktur Distribusi PLN, Arsyadany Ghana Akmalaputri mengatakan, lebih dari 90 ribu pelanggan yang terdampak kini kembali menikmati aliran listrik.
Banjir di Denpasar, Badung, Tabanan, Pulau Bali, juga sempat berdampak pada 104 BTS terendam sejak 9 September 2025. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyatakan hingga Sabtu 72 telah dipublihkan.
Sementara “32 BTS masih dalam penanganan akibat terputusnya aliran listrik dan akses jalan yang tergenang,” jelas Komdigi dalam keterangan terbarunya, Sabtu. Dalam upaya pemulihan hingga tuntas Komdigi mengambil langkah penyaluran genset darurat sebagai sumber listrik alternatif.
Selain itu, Komdigi juga menatau 24 jam dan perbaikan berkelanjutan hingga berkolaborasi dengan operator seluler, PLN, Balai Monitor SFR Denpasar, dan Pemda Bali.
Presiden Prabowo Subianto tiba di Provinsi Bali pada Sabtu (13/9/2025) untuk meninjau langsung dampak bencana banjir. Prabowo tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali sekitar pukul 12.00 WITA. Sebelumnya, Prabowo melakukan kunjungan kenegaraannya ke Qatar dan Uni Emirate Arab (UEA) sejak Jumat (12/9) kemarin.
Ia tiba dengan didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan disambut langsung Gubernur Bali I Wayan Koster, dan pejabat lainnya. Terlihat juga Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolda Bali Irjen Daniel Adityajaya yang menyambut kedatangan Prabowo.
Dari bandara, Prabowo langsung mengunjungi rumah warga yang terdampak dan mendengarkan keluh kesah masyarakat. Salah seorang warga menyebut, ia kehilangan semua barang-barangnya. Tak hanya itu, warga juga menyebutkan bahwa banjir mencapai atap rumah mereka.
“Habis barang-barangnya, nggak bisa tidur. Untung nyawanya ndak ikut abis, kalau nggak nyawanya bagaimana?” kata salah seorang warga.
“Nanti kita bantu ya,” kata Prabowo menanggapi.



