PDI Perjuangan: Ahok Mungkin Diusung di Pilgub Sumut

TINJAU.ID – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP membuka peluang mengusung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Sumatera Utara.
Saat ini PDIP tengah melakukan penjaringan, penyaringan hingga mengeluarkan surat tugas bagi bakal calon di Pilkada serentak.
“Termasuk juga Pak Ahok kalau misalkan dari sisi pemetaan memungkinkan untuk diajukan beliau, tapi belum. Untuk itu nanti akan disampaikan hasil pemetaannya itu kepada Ibu Ketua Umum [Megawati],” kata Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP Djarot Saiful Hidayat usai Rapat Paripurna ke-18, Selasa (28/5/2024).
Djarot menyebut PDIP masih menginventarisasi potensi bakal calon yang ada di Sumatera Utara (Sumut). Di sisi lain, PDIP juga membangun komunikasi dengan partai politik lain meskipun PDIP bisa maju sendiri tanpa parpol lain.
Saat ini, kata Djarot, PDIP juga tengah membangun komunikasi dengan Partai Golkar yakni Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Utara Musa Rajekshah. Djarot juga menyebut kader PDIP juga banyak yang potensial seperti Gubernur Sumut saat ini Edy Rahmayadi, Nikson Nababan, hingga Sutarto.
Anggota Komisi IV DPR tersebut mengungkapkan, PDIP masih melakukan pemetaan terhadap bakal calon gubernur di Sumut agar bisa membereskan persoalan-persoalan yang mendesak dan menahun.
“Contohnya, masalah korupsi. Kita harus bangun betul Sumatera Utara itu pemerintahan yang bersih, yang anti dalam korupsi,” tutur Djarot.
Djarot mencontohkan permasalahan infrastruktur di Sumut yang tak kunjung selesai hingga saat ini. Pemerataan pembangunan di Sumut harus ditangani oleh orang yang mumpuni, memiliki pengalaman, dan keberanian. Kemudian masalah kemiskinan, stunting, kesenjangan antarwilayah, perusakan hutan, hingga bencana alam di Sumut.
“Karena saya pernah 17 tahun di sana kan. Meskipun masih belum berhasil,” ucap Djarot.
Djarot menyatakan partainya juga akan mencari sosok pemimpin yang betul-betul melayani rakyat, bukan berlagak seperti bos. Djarot menyinggung sosok menantu orang besar yang akan berlaga di Pilgub Sumut, seolah menyindir Bobby Nasution, menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi).
“Yang kita butuhkan itu seorang pemimpin yang betul-betul melayani, dekat dengan rakyat, mendengarkan rakyat, bisa jadi teladan. Bukan bos yang minta dilayani, minta disanjung-sanjung, minta di-subyo-subyo, mentang-mentang misalkan dia menantunya orang besar,” ujar Djarot.









