Renungan Katolik Hari Raya Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam, Minggu, 24 November 2024

TINJAU – “Yesus Kristus Raja Semesta Alam”
Bacaan I: Dan. 7:13-14
Bacaan II: Why. 1:5-8
Bacaan Injil: Yoh. 18:33b-37
Tentu kita sudah tidak asing lagi dengan fasilitas jalan bebas hambatan atau jalan tol. Fasilitas ini memudahkan kita untuk pergi ke suatu tempat daripada menggunakan jalan pada umumnya. Nah, untuk dapat mengakses fasilitas jalan tol, kita memerlukan kartu e-tol. Kartu inilah yang digunakan pada pintu masuk maupun pada pintu keluar. Kartu yang sama dan satu-satunya itulah yang menjadi akses bagi kita untuk menggunakan jalan tol itu. Gambaran penggunaan kartu e-tol inilah yang pas dalam menggambarkan perayaan Hari Raya Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam. Perayaan ini ditempatkan pada akhir tahun liturgi untuk menegaskan bahwa Tuhan Yesus Kristus adalah Sang Raja Semesta Alam.
Sepanjang tahun liturgi, yang dimulai sejak Minggu Adven I dan ditutup dengan perayaan Hari Raya Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam, kita diajak untuk mengenal, masuk, dan merenungkan misteri kehidupan Tuhan Yesus Kristus, sejak kelahiran, karya, sengsara, wafat, dan kebangkitan-Nya.
Tuhan Yesus inilah yang kita percaya, kita imani, dan kita ikuti baik sejak awal kelahiran kita sampai akhirnya nanti kita meninggal dan kembali ke rumah Bapa di surga. Sama seperti kartu e-tol yang satu dan sama digunakan pada pintu masuk dan pada pintu keluar. Dengan demikian, dengan mengenal, masuk, dan merenungkan misteri kehidupan Tuhan Yesus, kita diajak untuk menyatukan dan mengarahkan hidup kita kepada Tuhan Yesus sendiri sebagai Sang Raja Semesta Alam.
Pertanyaan refleksi yang baik untuk kita renungkan dalam Perayaan Hari Raya Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam adalah apakah kita sungguh menyadari bahwa hidup kita, sejak awal sampai dengan akhir, ditemani, diberkati, dan diarahkan pada Tuhan Yesus atau tidak?
Dalam bacaan Injil pada hari ini, Pilatus bertanya kepada Yesus apakah Yesus adalah seorang raja karena Pilatus harus adil dalam mengadili persidangan yang sedang dijalankan oleh Yesus. Tentu ada sikap yang berbeda antara mengadili orang biasa dengan pengadilan bagi seorang raja. Namun demikian, Pilatus tidak mampu menyadari keagungan Yesus sebagai Raja Semesta Alam karena pemikirannya masih terkungkung sebagai raja di dunia, bukan raja yang agung yang merajai semesta alam.
Salah satu cara yang dapat kita gunakan untuk menyadari bahwa Tuhan Yesus adalah Raja Semesta Alam adalah dengan menggunakan indra rohani kita. Indra rohani ini memampukan kita untuk melihat kehadiran Tuhan Yesus dalam hidup. Indra rohani ini dapat dilatih melalui dinamika hidup rohani. Bukan sekadar menjalankan hidup rohani, tetapi diarahkan untuk menjalin relasi yang personal dan mendalam dengan Tuhan Yesus sendiri. Dengan mengusahakan hidup rohani yang demikian, kita akan mampu menyadari bahwa sepanjang hidup kita diawali dan diakhiri dalam Tuhan Yesus sendiri Sang Raja Semesta Alam.
Penulis: Ignatius Cliverd Oktavianus Richard Pr
Mo Ignas adalah bagian dari Sastra Koma, kolom sastra TINJAU.ID, sebuah ruang sastra untuk mengekspresikan pikiran. Tulisan yang dimuat adalah buah pikiran penulis, bukan pendapat maupun berita yang disusun oleh jurnalisme redaksi.









