TinjauAds
Mo IgnasPilihan RedaksiTinjau

Sajak Judulnya Rindu

Dibaca dalam waktu56 Detik

TINJAU – Pada senja di halaman belakang rumahku,

kamu bercerita tentang rindu

sembari menyeruput teh manis panasmu

kamu mulai menyanyikan lantunan

puisi-puisi rindu.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

 

Katamu puisi itu

sudah dinyanyikan sejak Adam merindu Hawa

sampai pada romansa Dilan-Milea

saat menjelaskan kata rindu itu

kamu mulai berfilsafat bagai Sokrates

yang sedang mengajar anak muridnya memahami asal-muasal

dunia yang sebenarnya tercipta

karena rindu.

 

Pada kata-kata rindu, kamu terdiam sejenak

matamu menerawang, pikiranmu melayang-layang

“Kamu tak akan kenal rindu itu?” katamu.

 

Aku pun bertanya

mengertikah kamu tentang sajak rindu yang kamu lantunkan itu?

pahamkah kamu tentang rindu yang tak selalu bernada sendu?

 

Kalau boleh menambahkan sedikit saja

kata pada sajak judulnya rindumu itu

aku hendak mengajakmu memahami rindu

pada sejengkal tanah di halaman belakang rumahku ini.

 

Karena tak ada yang lebih merindu dengan merdu

selain tanah kering yang menanti datangnya hujan

pada tengah musim kemarau.


Penulis: Ignatius Oktavianus Richard Pr

Mo Ignas adalah bagian dari Sastra Koma, kolom sastra TINJAU.ID, sebuah ruang sastra untuk mengkespresikan pikiran. Tulisan yang dimuat adalah buah pikiran penulis, bukan pendapat maupun berita yang disusun oleh jurnalisme redaksi.

Back to top button