Ketua KWI Uskup Subianto: Sengsara Yesus Demi Bela Kebenaran dan Ketajaman Nurani

TINJAU.ID – Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) yang juga Uskup Keuskupan Bandung, Mgr. Antonius Subianto Bunyamin OSC, menyampaikan pesan Jumat Agung yang menohok pada khotbah Ibadat Mengenang Sengsara Yesus di Katedral Santo Petrus Bandung, Jawa Barat, Jumat (29/3/2024),
Subianto menyoroti misteri penderitaan Yesus Kristus yang dalam pandangan umat Kristen merupakan sebuah perjuangan yang mengharukan dalam memurnikan nurani manusia. “Tidak ada mahkota tanpa salib,” ucapnya dengan penuh makna.
Dalam ungkapannya, dia menyiratkan bahwa setiap pencapaian besar atau penghargaan yang kita raih tidak datang tanpa melewati cobaan dan penderitaan. Subianto menggambarkan bahwa mahkota yang kita kenakan, dalam arti luasnya, adalah hasil dari perjuangan yang berliku dan penuh dengan kesakitan. Bagi umat Kristiani, Jumat Agung bukan sekadar drama sengsara, melainkan penunjukkan dari kesungguhan Putera Manusia untuk berbagi dalam penderitaan manusia, sambil membela kebenaran dan ketajaman nurani.
Dalam konteks penderitaan manusia, Subianto menekankan bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan umat manusia. Dia mengilustrasikan hal ini dengan mengutus Putera-Nya, Yesus Kristus, untuk berbagi beban penderitaan manusia. Pesannya adalah tentang kehadiran Tuhan dalam kegelapan dan penderitaan, sebagai tanda kasih dan penghiburan bagi umat manusia yang berjuang melawan penderitaan.
Dalam menguraikan makna Jumat Agung, Subianto menawarkan sebuah perspektif yang membingkai penderitaan manusia dalam cahaya kasih dan pengorbanan Tuhan. Dengan demikian, khotbahnya bukan hanya mengingatkan akan penderitaan Kristus, tetapi juga mengajak umat untuk menggali makna mendalam dari pengorbanan tersebut dalam konteks kehidupan mereka sendiri.









