TinjauAds
BeritaPilihan Redaksi

Prabowo Tak Gentar Hadapi Ancaman MSCI, Pagi Ini IHSG Kembali Melemah 1,35%

Dibaca dalam waktu1 Menit, 32 Detik

TINJAU, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tidak gentar menghadapi ancaman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang akan menurunkan klasifikasi pasar saham Indonesia dari pasar berkembang (emerging market) menjadi pasar mandiri (standalone market).

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin sidang kabinet dalam rangka dua tahun pemerintahan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Prabowo menegaskan Indonesia memiliki kekuatan dan keberanian untuk menghadapi berbagai tantangan.

“Saya hanya katakan kepada MSCI: Bangsa Indonesia tidak takut siapa pun dan tidak akan gentar,” kata Prabowo.

Ia juga menekankan bahwa Indonesia merupakan bangsa yang tidak mudah menyerah dan siap berkorban untuk menghadapi tantangan.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

“Kita tidak takut. Kita punya kekuatan, kita punya keberanian, dan kita rela berkorban, dan kita tidak mengenal menyerah,” ujarnya.

Di tengah polemik tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada perdagangan Kamis (22/10/2026). IHSG dibuka pada level 5.247 dan berada di level 5.256 atau melemah 72 poin (1,35%) hingga pukul 09.00 WIB.

Pada perdagangan pagi itu, IHSG bergerak dalam rentang 5.185–5.260. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp1,18 triliun dengan volume perdagangan 2,51 miliar saham dalam 139.521 kali transaksi.

Sebanyak 516 saham melemah, sedangkan 87 saham menguat dan 114 saham stagnan.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan sentimen terkait pengumuman MSCI tidak berdampak langsung terhadap investasi di kawasan ekonomi khusus (KEK).

Menurutnya, isu MSCI hanya berkaitan dengan tata kelola pasar modal.

“MSCI tidak berkait dengan KEK karena itu hanya terkait dengan governance di capital market,” ujar Airlangga.

Airlangga menyebut realisasi investasi di KEK mencapai Rp 46 triliun sepanjang Januari–September 2026. Angka tersebut setara 67% dari target investasi tahun ini sebesar Rp 69,1 triliun.

Meski belum mencapai target, pemerintah optimististis realisasi investasi KEK dapat mencapai 100% pada akhir tahun. Airlangga menyebut sejumlah proyek masih dalam proses pembangunan hingga kuartal IV 2026.

Back to top button