Bom Bunuh Diri di Gereja Suriah, ISIS Tewaskan 20 Orang

TINJAU, Jakarta – Islamic State of Iraq and Syria atau ISIS melakukan serangan bom bunuh diri di sebuah Gereja Mar Elias, Distrik Dweila, Damaskus, Suriah. Serangan ini kembali memperburuk konflik sektarian saat Suriah tengah berupaya mengendalikan sejumlah kekerasan usai penggulingan Presiden Bashar al-Assad pada Desember lalu.
Kementerian Kesehatan Suriah melaporkan kepada kantor berita negaranya bahwa serangan tersebut menyebabkan 20 orang meninggal dunia dan 52 orang luka-luka dalam serangan tersebut. Kementerian Dalam Negeri Suriah pun telah mengkonfirmasi pelaku bom bunuh diri dan penembakan memang terafiliasi dengan ISIS.
Ini adalah serangan besar pertama yang menargetkan umat Kristen Suriah setelah jatuhnya Assad.
Utusan Khusus PBB untuk Suriah, Geir Pedersen, menyerukan “penyelidikan menyeluruh dan tindakan oleh otoritas,” menurut pernyataan. Menteri Dalam Negeri Anas Khattab mengatakan kepada Sana bahwa penyelidikan sedang berlangsung.
Presiden Ahmed Al-Sharaa — dan kelompok Hayat Tahrir Al-Sham memimpin pemberontakan Islamis melawan Assad, telah berusaha mencegah kekerasan yang meletus di Suriah beberapa bulan setelah kejatuhan pendahulunya. Dia berusaha menyita semua senjata dan membubarkan faksi-faksi bersenjata di negara tersebut.
Pada Maret, pria bersenjata yang menurut otoritas terkait dengan rezim yang digulingkan menyerang situs keamanan dan gedung negara di sepanjang pantai Mediterania Suriah. Hal ini memicu kekerasan terhadap minoritas Muslim Alawite, yang merupakan kelompok etnis Assad.









