TinjauAds
Pilihan RedaksiRegula

Pemerintah Sudah Bongkar 15,5 Km Pagar Laut Tangerang

Dibaca dalam waktu2 Menit, 4 Detik

TINJAU, Jakarta –

Sejumlah anggota tim gabungan yang berasal dari Kementerian Kelautan dan Perikanan; TNI AL, Bakamla, Kepolisian, dan masyarakat nelayan telah membongkar separuh panjang pagar laut yang membentang di pesisir Utara Tangerang.

Berdasarkan data TNI Angkatan Laut, tim gabungan yang melibatkan ratusan personil dan puluhan armada tersebut telah mencabut bambu yang membentang sepanjang 15,5 kilometer (km). Hal ini membuat pagar laut sepanjang 30,6 km tersebut terbagi menjadi tiga bagian.

“Hingga kini semua pihak masih terus berusaha membongkar pagar laut tersebut, yang mana pembongkarannya diinisiasi oleh TNI AL sejak 18 Januari 2025,” tulis TNI AL melalui akun Instagram resmi, dikutip Selasa (28/01/2025).

Pembongkaran pagar laut oleh tim gabungan tersebut terbagi dalam 3 titik, yaitu wilayah Tanjung Pasir, Kronjo dan Mauk.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Sedangkan sarana yang digunakan oleh tim gabungan untuk melaksanakan pembongkaran antara lain empat KAL atau Patkamla, enam Sea Rider, 13 Perahu Karet, dua RBB, dan dua RHIB. Tim juga dibantu sejumlah perahu milik para nelayan yang hingga saat ini terus membantu membongkar pagar laut yang tersisa sekitar 15,1 km tersebut.

Baca Juga

  • KKP Jelaskan Soal Laporan Pagar Laut di Perairan Pedaleman Serang
  • KKP Periksa PT TRPN soal Polemik Pagar Laut Bekasi, Ada Sanksi?
  • DPR Sebut Prabowo Kesal dengan KKP Soal Pagar Laut Tangerang

Pelaksanaan kegiatan pagar laut merupakan implementasi dari perintah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali yang menekankan kepada para prajurit TNI AL untuk terus bekerja sama dengan instansi maritim terkait guna mengatasi kesulitan masyarakat nelayan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Firman Soebagyo melontarkan banyak kritik kepada Menteri Kelautan dan Perikanan, Wahyu Sakti Trenggono yang dinilai lambat dalam menangani polemik pagar laut di pesisir Tangerang, Banten. Politikus Partai Golkar tersebut bahkan sampai mencopot pin keanggotaan DPR di hadapan Wahyu Sakti saat rapat.

Menurut dia, tak hanya DPR yang kecewa dengan kinerja Menteri Wahyu Sakti. Presiden Prabowo Subianto sebagai pimpinan Kabinet Merah Putih juga dinilai kesal dan kecewa dengan lambatnya penanganan polemik pagar laut di Tangerang.

Salah satunya nampak saat Prabowo justru menyuruh TNI AL untuk membongkar pagar laut tersebut; ketimbang menunggu keputusan Wahyu Sakti dan jajaran KKP.

“Saya lihat ini [pembongkaran oleh TNI] menunjukkan kekesalan beliau [Prabowo]; bahwa kenapa kementerian lembaga yang mempunyai otoritas tidak mengambil tindakan dan merespon cepat,” ujar Firman usai rapat dengan KKP, Kamis (23/01/2025).

Menurut dia, KKP sebenarnya memiliki dasar yang kuat untuk segera membongkar pagar laut tersebut. Salah satunya adalah instruksi langsung Prabowo yang keras terhadap pembangunan pagar ilegal di ruang laut.

Back to top button