TinjauAds
Politik

SBY Ungkap Kondisi Hubungan Jokowi-Prabowo

Dibaca dalam waktu1 Menit, 26 Detik

TINJAU, Jakarta – Presiden ke-6 RI yang juga Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkapkan hubungan Jokowi dan Prabowo baik-baik saja di masa transisi pemerintahan ini.

Pandangan SBY tersebut merespons keriuhan dalam isu revisi UU Pilkada yang menggerakkan amarah publik dalam demonstrasi beberapa waktu lalu. Mulanya, SBY membenarkan bahwa demonstrasi merupakan cerminan masyarakat yang ingin demokrasi yang baru lahir dilindungi dan memberikan jaminan bahwa akan ada transisi yang lancar dari pemimpin yang akan lengser Joko Widodo ke penggantinya, Prabowo Subianto.

“Masyarakat berharap para pemimpinnya benar-benar dapat menjaga dan menegakkan demokrasi kita,” kata SBY dalam sebuah wawancara di Forum CEO Bloomberg di Jakarta, Rabu (4/9/2024) malam.

“Sebagai negara demokrasi muda, setelah Indonesia dilanda krisis pada 1998, perjalanan kita belum berakhir,” kata SBY menegaskan, mengacu pada krisis keuangan Asia yang menyebabkan jatuhnya mendiang rezim Orde Baru Soeharto.

“Kita terus membuat demokrasi kita lebih relevan dengan harapan dan aspirasi rakyat Indonesia.”

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Dalam Forum CEO Bloomberg tersebut, Yudhoyono mengatakan Prabowo yang ditetapkan menjadi Presiden Terpilih pada Februari dan akan dilantik pada bulan Oktober, akan mendapatkan keuntungan dari masa transisi yang panjang. SBY justru membandingkan situasi tersebut dengan pemilihannya sendiri, ketika ia baru dikukuhkan beberapa minggu sebelum ia resmi menjabat.

“Prabowo memiliki cukup waktu untuk mempersiapkan segalanya dan saya tahu hubungan antara Prabowo dan Jokowi baik,” kata Yudhoyono.

SBY menambahkan bahwa Prabowo berada pada posisi yang tepat untuk melanjutkan pencapaian ekonomi pendahulunya, usai Jokowi banyak meletakkan banyak infrastruktur dibangun. Dia menyebut pemimpin baru nanti dapat fokus pada sumber daya manusia melalui penanganan masalah kesehatan, pendidikan, dan lingkungan.

“Infrastruktur sangat penting, tetapi membangun sumber daya manusia juga penting,” kata Yudhoyono.

“Kita harus menggabungkan kedua hal itu agar ekonomi kita terus tumbuh lebih tinggi dan lebih kuat.”

Back to top button