TinjauAds
Politik

Ini Tanggapan Jokowi Usai Dituduh ingin Rebut Jabatan Ketum PDIP

Dibaca dalam waktu1 Menit, 22 Detik

TINJAU.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan tanggapan tentang isu dirinya tengah berencana merebut jabatan ketua umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Tuduhan ini dilontarkan Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto. 

“Bukannya Golkar? Katanya mau merebut Golkar. Masa mau merebut. Jangan seperti itu. Jangan seperti itu,” kata Jokowi dikutip dari Sekretariat Presiden, Rabu (3/4/2024).

Sebelumnya, Jokowi memang lebih santer dikabarkan berencana mengambil alih Partai Golkar. Hal ini merujuk pada kedekatan Jokowi dengan partai berlambang pohon beringin tersebut pada Pemilu 2024.

Potensi tersebut terbuka karena perolehan suara Partai Golkar dalam Pemilu Legislatif atau Pileg 2024 naik menjadi 15,28% dari 12,31% pada Pileg 2019. Kemenangan ini dikabarkan karena Golkar menggunakan narasi kebijakan Jokowi dalam kampanye. Jokowi pun disebut membantu perolehan suara Golkar.

Akan tetapi, isu Jokowi akan menjadi Ketum Partai Golkar telah ditampik sejumlah elit partai tersebut. Hal ini merujuk pada aturan AD ART yang mensyaratkan calon ketum merupakan pejabat partai yang telah bertugas selama lima tahun.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Selain itu, Partai Golkar memberikan banyak sinyal soal memperpanjang masa jabatan Airlangga Hartarto sebagai ketua umum. Menko bidang Perekonomian tersebut dinilai berhasil memimpin partai Golkar dalam lima tahun terakhir.

“Masa semua mau direbutin semua,” kata Jokowi.

Hasto sendiri mengungkap isu upaya merebut PDIP dalam konteks rencana Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka berencana membentuk koalisi besar pada pemerintahannya. Hal ini bisa terwujud jika PDIP bergabung dengan koalisi yang saat ini sudah dihuni Partai Gerindra, Golkar, Demokrat, dan PAN.

Menurut dia, seorang menteri dengan kewenangan sangat luas dan penting pada pemerintahan Jokowi meminta seorang akademisi untuk berbicara dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Kabarnya, akademisi dan mantan menteri tersebut diminta membujuk Megawati menyerahkan kursi Ketum PDIP kepada Jokowi.

Back to top button