Persija dan 3 Klub Indonesia Dapat Sanksi Berat dari FIFA

TINJAU.ID – Berita buruk kembali menimpa dunia sepak bola Indonesia, di mana Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) telah menjatuhkan sanksi kepada empat klub Indonesia pada awal tahun 2024. Sanksi ini berupa larangan terlibat dalam tiga periode transfer mendatang, dan salah satu klub yang terkena dampak adalah Persija Jakarta.
Selain Persija, tiga klub lain yang juga dihukum oleh FIFA pada tahun 2024 ini adalah Sada Sumut FC, Persiraja Banda Aceh, dan Persikab Kabupaten Bandung.
Keempat klub ini dikenai larangan untuk melakukan registrasi pemain baru selama tiga periode pendaftaran pemain. Sebelumnya, klub Persiwa Wamena juga telah mengalami sanksi serupa sejak tahun 2022, dan hukuman tersebut masih berlaku tanpa batas waktu yang ditentukan.
Informasi mengenai sanksi yang diberlakukan terhadap Persija, Persiraja, Sada United FC, dan Persikab ini diungkapkan oleh Mantan Chief Operating Officer PT Liga Indonesia Baru, Tigor Shalom Boboy, melalui platform media sosial pada Senin (1/4/2024) malam.
“Dari list terakhir itu per 26 Januari 2024 ada 4 klub Indo yang kena registration ban. Plus 1 klub yg dari 2022 udah kena duluan (Persiwa). Ban nya buat 4 klub itu berlaku sampai 3 periode pendaftaran pemain. Wah kasian dong ga bisa daftarin pemain baru musim depan,” ungkap Tigor.
Namun, alasan di balik sanksi ini masih belum jelas, termasuk kesalahan apa yang dilakukan oleh keempat klub tersebut sehingga mereka dihukum, yang masih belum terungkap hingga saat berita ini disampaikan.
Upaya untuk mengkonfirmasi masalah ini kepada Media Officer Persija Jakarta, Kukuh Wahyudi, pada Selasa (2/4/2024) belum membuahkan hasil, karena pihak terkait juga belum memahami sepenuhnya penyebab FIFA memberikan sanksi tersebut.
Dengan adanya larangan ini, Persija dan klub-klub lain yang terkena sanksi tidak dapat merekrut pemain baru untuk kompetisi musim depan. Mereka hanya dapat mengandalkan pemain yang masih terikat kontrak. Situasi ini tentu akan menimbulkan kendala bagi klub-klub Liga Indonesia, mengingat biasanya kontrak pemain hanya berlangsung selama satu musim, sehingga kekurangan pemain bisa menjadi masalah serius karena tidak dapat mendaftarkan pemain baru.








