TinjauAds
Pilihan Redaksi

Ini 5 Kebiasaan yang Dapat Merusak Kesehatan Mata

Dibaca dalam waktu3 Menit, 46 Detik

TINJAU, Jakarta – Menatap layar terlalu lama, menggunakan eyeliner di bagian dalam kelopak mata, hingga melewatkan penggunaan kacamata hitam mungkin terdengar seperti kebiasaan sepele.

Namun, tanpa disadari, sejumlah kebiasaan sehari-hari dapat memengaruhi kesehatan mata dan meningkatkan risiko gangguan penglihatan.

Seiring bertambahnya usia, kemampuan mata untuk memfokuskan pandangan pada benda dekat dapat menurun. Risiko mengalami penyakit mata, seperti degenerasi makula, glaukoma, dan katarak, juga cenderung meningkat.

Meski demikian, faktor usia bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan. Kebiasaan sehari-hari turut berperan dalam menjaga kesehatan mata. Sejumlah dokter mata mengingatkan beberapa perilaku yang sebaiknya dihindari, salah satunya adalah penggunaan tembakau yang dapat meningkatkan risiko penyakit mata serius.

Berikut lima kebiasaan yang perlu diperhatikan untuk menjaga kesehatan mata.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

1. Terlalu Lama Menatap Layar Digital

Penggunaan perangkat digital dalam waktu lama dapat membuat mata lebih mudah lelah dan kering. Saat menatap layar, frekuensi berkedip cenderung berkurang sehingga air mata lebih cepat menguap.

Akibatnya, permukaan mata tidak mendapatkan kelembapan yang cukup. Kondisi ini dapat memicu mata kering, menimbulkan rasa tidak nyaman, serta mengganggu aktivitas seperti membaca dan berolahraga.

Untuk mengurangi dampaknya, pengguna perangkat digital disarankan beristirahat secara berkala, mengatur jarak pandang, dan mengingatkan diri untuk berkedip secara teratur.

2. Menggunakan Makeup Mata dengan Cara yang Tidak Tepat

Penggunaan kosmetik di sekitar mata juga perlu mendapat perhatian. Dokter spesialis mata Diane Hilal-Campo, MD, mengingatkan bahwa produk makeup mata tertentu dapat menyebabkan iritasi, meningkatkan risiko infeksi, hingga menimbulkan jaringan parut.

Salah satu kebiasaan yang perlu dihindari adalah mengaplikasikan eyeliner pada waterline, yakni garis bagian dalam kelopak mata.

Menurut Hilal-Campo, kebiasaan tersebut berpotensi menyumbat lubang kecil pada kelenjar meibom yang terdapat di kelopak mata. Kelenjar ini menghasilkan minyak yang membantu menjaga kestabilan lapisan air mata agar tidak cepat menguap.

Jika kelenjar mengalami gangguan, mata dapat menjadi kering, merah, dan mudah teriritasi. Dalam kondisi tertentu, kerusakan juga dapat memengaruhi permukaan mata dan kualitas penglihatan.

Karena itu, pemilihan produk kosmetik yang aman serta cara penggunaannya perlu diperhatikan untuk mengurangi risiko gangguan pada mata.

3. Merokok, Kebiasaan yang Meningkatkan Risiko Penyakit Mata

Di antara berbagai kebiasaan tersebut, penggunaan tembakau menjadi salah satu faktor risiko penting bagi kesehatan mata. Dokter spesialis mata Sandra Brown, MD, menyebut merokok sebagai kebiasaan yang sangat merugikan penglihatan.

Selama ini, merokok lebih sering dikaitkan dengan penyakit jantung dan gangguan paru-paru. Padahal, paparan zat berbahaya dari tembakau juga dapat merusak jaringan mata.

Mengutip berbagai sumber, merokok dikaitkan dengan peningkatan risiko degenerasi makula hingga sekitar 400 persen dan katarak sekitar 300 persen. Angka tersebut perlu ditafsirkan berdasarkan penelitian dan jenis risiko yang dimaksud.

Dampak merokok dapat berkaitan dengan kerusakan retina, lensa, dan makula. Retina merupakan lapisan peka cahaya di bagian belakang mata, sedangkan lensa membantu memfokuskan cahaya. Adapun makula berperan dalam menghasilkan penglihatan sentral yang tajam, termasuk saat membaca dan mengenali wajah.

Kerusakan pada bagian-bagian tersebut dapat mengganggu penglihatan dan meningkatkan risiko gangguan mata yang lebih serius.

4. Menganggap Vape Tidak Berisiko bagi Mata

Rokok konvensional bukan satu-satunya produk tembakau atau nikotin yang perlu diwaspadai. Penggunaan rokok elektronik atau vape juga menjadi perhatian dalam penelitian mengenai kesehatan mata.

Sebuah tinjauan literatur mengenai dampak vaping terhadap mata menyoroti potensi paparan aldehida dan radikal bebas yang dapat mengganggu kestabilan lapisan air mata. Bahan perasa dalam cairan vape juga berpotensi memengaruhi lapisan lipid yang berfungsi menjaga kelembapan permukaan mata.

Gangguan pada lapisan air mata dapat memicu kekeringan dan rasa tidak nyaman. Sementara itu, perubahan penglihatan, seperti pandangan buram, penurunan kemampuan membedakan warna, sensitivitas terhadap cahaya, kesulitan melihat pada malam hari, atau penglihatan ganda, perlu mendapat perhatian khusus.

Gejala tersebut tidak selalu disebabkan oleh penggunaan vape. Namun, jika muncul perubahan penglihatan, pemeriksaan oleh dokter mata diperlukan untuk mengetahui penyebabnya dan menentukan penanganan yang sesuai.

5. Tidak Menggunakan Kacamata Hitam saat Beraktivitas di Luar Ruangan

Kebiasaan terakhir yang kerap diabaikan adalah tidak melindungi mata dari paparan sinar ultraviolet (UV). Padahal, paparan UV berlebihan dapat merusak sejumlah bagian mata dan meningkatkan risiko gangguan penglihatan.

Sinar UV dapat memengaruhi kornea dan konjungtiva, yaitu lapisan yang menutupi bagian depan mata dan bagian putih bola mata. Paparan jangka panjang juga dikaitkan dengan peningkatan risiko katarak dan degenerasi makula.

Menggunakan kacamata hitam yang mampu memblokir 99–100 persen sinar UVA dan UVB dapat membantu melindungi mata ketika beraktivitas di luar ruangan. Perlindungan ini tetap diperlukan saat cuaca mendung karena paparan UV tidak selalu terlihat dari terang atau redupnya sinar matahari.

Menjaga kesehatan mata tidak cukup hanya dengan mengandalkan pemeriksaan rutin. Mengurangi kebiasaan yang berisiko, melindungi mata dari paparan sinar UV, serta segera memeriksakan diri ketika terjadi perubahan penglihatan merupakan langkah penting untuk mempertahankan fungsi penglihatan dalam jangka panjang.

Back to top button